#FFRabu – Bola Harapan

bola plastik

Aku memperhatikan lelaki  tua itu membongkar kaleng bekas roti; mengeluarkan lembaran-lembaran uang dan menghitung. Wajahnya mengeruh.

“Kenapa?”

“Uangnya kurang.”

Tiba-tiba dia melompat ke arahku. “Boleh aku pinjam duapuluh ribu?”

Kuulurkan selembar uang. Dia mengucapkan terima kasih dan siap melesat. “Wawancaranya kita lanjutkan sebentar lagi.”

Dia menepati janji.

“Buat Ando. Tadi siang mainan kesayangannya dirusak preman. Anak yatim piatu yang malang. Aku…” Kalimatnya menggantung, tangannya mengelus bola plastik yang baru dibeli. Ada mendung di matanya yang sewarna abu.

“Anak-anak juga bisa putus asa, kadang sampai nekat,” ujarnya lirih.

“Misalnya?”

“Bunuh diri.”

Aku tercekat.

“Belasan tahun lalu, anakku yang melakukan hal itu.”

100 Kata

Iklan

6 thoughts on “#FFRabu – Bola Harapan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s