[Senggang] Nasi Goreng Bumbu Semangat

Nasi-goreng-seafood-resep_7_6.2.5_326X580_7_6.2.5_326X580

sumber

Pagi ini saya bangun dengan menancapkan niat : apa pun yang terjadi, saya akan terus semangat dan berpikiran positif. Tapi rupanya niat tersebut langsung mendapat ‘ujian’ pertamanya tak lama berselang.

Sebagai anak kos yang berstatus ‘bujang lokal’, dalam hal sarapan kadang saya memilih cara praktis dengan membeli di warung dan kadang dengan cara ‘agak kurang praktis’ alias masak sendiri. Masak apa untuk sarapan? Yah, aku mah apa atuh. Paling bisanya bikin nasi goreng. Itu pun dengan sedikit variasi : nasi goreng pedas, nasi goreng agak pedas, dan nasi goreng (ke)asin(an).

Jadi, pagi tadi saya memilih untuk masak nasi goreng buat sarapan. Nasi? Ada. Minyak goreng? Tersedia. Cabe, bawang, dan tomat? Lengkap. Siip. Mulailah saya mengiris cabe, bawang, dan tomat. Memanaskan minyak, lalu menggoreng irisan-irisan itu. Hmm, aromanya mulai menguar. Saya tambahkan sedikit garam dan merica. Pas!

Tiba-tiba melintas di benak saya : kalau bikin nasi goreng telur asik nih. Untung di kulkas masih ada persediaan telur. Saya ambil dua butir, memecahkan salah satunya di atas racikan bawang cs. Dan apa yang terjadi saudara-saudara? Telurnya busuk! Aduh! Semangat saya langsung merosot. Meski belum semua bagian telur busuk itu tertumpah ke racikan, tetap saja baunya mengalahkan harum masakan. Sambil merengut, saya buang isi wajan ke tempat sampah. Sudah, ah! Beli di warung saja!

Tapi lalu saya tersadar : saya kan udah niat mau semangat hari ini. Saya nggak boleh bete. Ntar merembet ke hal-hal lain dan hari ini akan jadi hari yang bete. Saya lirik jam di dinding, ah masih cukup waktu. Kembali saya ulangi langkah demi langkah persiapan membuat nasi goreng. Wajan saya cuci, bumbu saya racik, dan telur baru saya siapkan.

Sebenarnya sih ada cara mudah untuk menentukan apakah sebutir telur itu masih bagus apa sudah busuk. Saya sudah lama tahu, tapi sering sekali lupa. Hiks. Caranya, cukup celupkan telur ke dalam air : jika tenggelam maka telur masih baik. Jika melayang apalagi mengambang, langsung buang saja. Jika masih belum yakin, tinggal pecahkan telur di atas wadah lalu periksa kondisinya. Lebih pasti. *apalah saya ini ngajarin ibu-ibu soal remeh beginian. Ibarat mengajari ikan berenang, kan?

Akhirnya, setelah taruh garam dan merica, bubuhi sesendok sambalado, nasi goreng ala ala siap dinikmati. Alhamdulillaahh…

*setelah selesai sarapan, saya harus ngebut mandi dan bersiap-siap ngantor. Maklum amatiran, masak nasi goreng aja makan waktu lama. Besok beli di warung aja ah.

*penampakan nasi goreng bikinan saya jauh berbeda dari gambar ilustrasi di atas.

Iklan

8 thoughts on “[Senggang] Nasi Goreng Bumbu Semangat

  1. Ryan berkata:

    Pernah alamin spt dirimu mas. Pas buka eh telornya busuk. Buang semua habis bis bis. Hiks.
    Sejak itu mau goreng nasi pun buka telornya di mangkok dulu. Hahahaha. Gak mau langsung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s