[FF] Potret Keluarga

foto keluarga

sumber

“Haaai,” sapa Reny. “Mana Mama?”

“Ke toilet, Kak,” balas Roni. Ruri menjawab sinis, “Berani juga kaudatang.” Reny  tak acuh, mengempaskan tubuh ke kursi empuk.

“Kalau bukan Mama yang minta mana sudi aku kemari.”

Telinga Ruri panas. Bibirnya bersigap melontarkan cacian kalau tak dicegah Roni.

“Jangan bertengkar, Kak. Ini restoran. ” Lelaki  muda itu menengahi.

Ruri menyuapkan puding ke mulutnya. Dia menggumam, “Enak banget! Jadi pengen makan tiap hari. Tapi, aku mana punya duit. Kalau jadi simpanan pejabat sih, bisa.”

Reny terkikik. “Nyindir, Kak? Nggak mempan.” Ruri mencibir.

“Ah, Masku telepon,” gumam Reny girang. Lima menit dia mengobrol manja. Pembicaraan itu diakhiri dengan sebuah kecupan mesra.

Mmmuach.

Ruri bergidik jijik. “Perebut suami orang,” desisnya.

“Apa kaubilang, Kak?” Reny mulai terusik.

“Perebut suami orang. Nggak salah, kan?” tantang Ruri.

“Eh, nyinyir banget sih?”

“Memang benar, kok!”

“Kak!” sergah Roni.

“Dasar anak kecil! Bela terus! Buatmu, dia selalu benar, kan?” Reny mendengus sebal.

“Bukan begitu. Kita sudah dewasa. Masak terus-terusan bertengkar?” Roni menatap dua perempuan itu. Ruri melengos. Reny menantang.

“Sok baik kau, Ron,” cela Reny. “Nggak tahu aja kelakuan sebenarnya dia.” Dagu Reny terangkat ke arah Ruri.

“Jangan macam-macam, Ren!”

“Kautahu, Ron, siapa yang mengadu ke Mama soal orientasi seksmu?” Reny menyeringai. Wajah Roni memerah. Pun Ruri.

“Kak Ruri?” Jemari Roni mengepal.

“Aku…aku nggak sengaja, Roni. Sumpah!” elak Ruri. Situasi berbalik tak menguntungkan buatnya.

“Kautahu apa reaksi Mama waktu itu, Kak?” Roni mendesis geram. Ruri  mengerut di kursi.

“Mama murka! Aku dicaci, biaya kuliahku dihentikan, tak dianggap anak!” Dada Roni naik turun. “Kukira Kak Reny, ternyata kau!” tuding Roni.

Reny tertawa puas melihat kepanikan Ruri. Betul-betul menikmati momen ini.

Roni  belum selesai. “Padahal perilakumu juga buruk, Kak! Kak Ren tahu penyebab Mama jatuh dari tangga?”

“Apa?”

Roni menuding Ruri. “Dia hendak mencuri perhiasan Mama. Mama mengira ada maling lalu refleks berlari ke pintu depan. Dan.. terjatuh.”

Ruri mematung.

“Buat apa perhiasan itu Kakakku sayang?” Roni tertawa sinis. “Buat bayar utang judi,kan?”

Reny bertepuk tangan. “Wah,wah… ternyata kakak teladan kita  bejat juga, ya?”

Ruri tak tahan lagi. Dia bangkit menggebrak meja. “Cukup!”

“Eh, eh..  ada apa Ruri?” sebuah teguran terdengar. Serempak ketiganya menoleh ke asal suara. Seorang perempuan tua bertopang tongkat berjalan pelan dari arah kamar mandi. Roni menyongsong ibunya.

“Ah, nggak apa-apa kok, Ma. Aku dan Kak Reny cuma sedang godain Kak Ruri. Ya kan, Kak?” Roni mengernyit pada dua perempuan di meja. Bak pemain sandiwara kawakan, Reny dengan santai menepuk pundak Ruri, menebarkan senyum lebar.

“Maaf, ya, Kak. Cuma becanda, kok.”

Ruri menghela napas. Senyumnya menghiasi wajah. “Selamat ulang tahun, Mama.” Kecupan mendarat di pipi keriput itu. Roni dan Reny berbuat hal yang sama.

“Eh, eh, gimana kalau kita foto bareng? Jarang-jarang lho kita bisa ngumpul begini,” usul Reny.

“Wah, bagus itu,”seru Mama. Reny memanggil pelayan dan menyerahkan smartphone. “Ambil beberapa kali, ya,” perintahnya. Bertiga mereka mengambil posisi di samping ibu mereka, saling merangkul, dan menebarkan senyum.

Say cheeeese,” instruksi pelayan.

Klik.

Sepasang tamu yang baru datang menyaksikan adegan itu dengan mata berbinar.

“Keluarga yang bahagia, ya, Pa.”

Suaminya mengangguk.

500 Kata

“Flashfiction ini diikutsertakan dalam Tantangan Menulis FlashFiction – Tentang Kita Blog Tour”

Iklan

21 thoughts on “[FF] Potret Keluarga

  1. Arianonaka berkata:

    Saat melihat gambarnya, hmm di benakku “Sepertinya mereka keluarga bahagia”. Eh, pas baca, buseet haha… bahagia tiada terkira (eh). Bener-bener FF yang mengalir, twist, dialog dan deskripsinya menggambarkan bagaimana sifat masing-masing tokoh, adegannya seperti video yang sedang diputar. Keren.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s