Yang Beristirahat dan yang Diistirahatkan Darinya

iringan jenazah

sumber

Bulan lalu, seorang kerabat wafat. Beliau meninggal dunia disebabkan sebuah penyakit. Sebagaimana layaknya kewajiban seorang muslim terhadap muslim lainnya, aku datang menghadiri takziah (melayat). Saat tiba di rumah duka, seorang ustaz sudah siap menyampaikan tausyiahnya. Beliau memulai dengan sebuah hadis nabi yang berbunyi :

Bahwasanya Rasulullah pernah dilewati iring-iringan jenazah. Beliau lalu berkata,” Yang istirahat dan yang diistirahatkan darinya.” Ketika para sahabat bertanya apa maksud kalimat barusan, Nabi menjawab,” Seorang hamba yang mukmin beristirahat dari kesusahan dunia, sedangkan hamba yang zhalim, maka darinya hamba-hamba lainnya, pepohonan dan binatang beristirahat dari perbuatannya.”

DEG!

Ada sebuah perasaan ‘aneh’ yang meresap ke dalam dada. Kelak saat aku mati, apakah aku termasuk orang yang ‘beristirahat’ atau ‘orang yang diistirahatkan darinya’? Lebih banyak mana : orang yang menangisi kepergianku atau orang yang tersenyum lega karena aku tak lagi ada?

Sering aku menyaksikan, kematian seseorang tak membawa air mata bagi yang melayat. Disadari atau tidak, disembunyikan atau ditampakkan, ada saja yang menyungging senyum saat melayat. Mungkin karena bukan kerabat atau teman dekat. Mungkin juga karena dia merasa ‘lega’ karena ‘biang masalah’ sudah tak bisa berbuat apa-apa lagi.

Arti seseorang bagi orang lain di sekitarnya bisa juga dilihat dari jumlah pelayat. Orang yang dicintai; yang semasa hidupnya memberi arti bagi orang lain; biasanya lebih banyak yang menghadiri pemakamannya. Lebih banyak juga yang mendoakannya saat takziah. Beda halnya dengan orang yang lebih banyak menyakiti hati orang saat dia masih hidup, sedikit pelayat yang datang, sedikit pula yang mendoakan.

Hadis Nabi di atas menjelaskan jika yang meninggal adalah manusia yang baik, maka dia seperti beristirahat dari riuhnya dunia, dari segala masalah. Tapi jika yang meninggal adalah orang zhalim, bukan cuma sesama manusia yang akhirnya bisa beristirahat dari perilaku buruknya, tapi juga hewan dan tumbuhan. Subhanallah.

Kita mau jadi yang mana : yang diistirahatkan atau yang diistirahatkan darinya?

Iklan

2 thoughts on “Yang Beristirahat dan yang Diistirahatkan Darinya

  1. Ryan berkata:

    Mas. Renungannya makjleb.
    Tapi aku ingin semua orang yang datang ke pemakamanku nanti tertawa. Tersenyum. Mengingat diriku. Moga bisa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s