#FFRabu ~ Telunjuk Midas

midas

sumber

Hati Damus berdebar kencang. Mimpikah dia? Dia mendapat anugerah seperti Raja Midas?

“Hanya satu kali!” Pesan sosok misterius itu terngiang. Orang tua itu pasti penyihir, tegas hati Damus.

Damus menuding apel di tangannya. “Ah, tidak. Jika berhasil, emasnya terlalu sedikit. Tidak cukup menyenangkan hati Ibu.”

Diliputi kebingungan, Damus memutuskan pulang. “Ibu, aku…”

“Anak kurang ajar!” maki Ibunya di depan pintu. “Mana kayu bakarnya?”

Damus terperanjat. Lupa!

Sebuah tamparan hinggap di pipi. Hati Damus perih.

“Kapan kau bisa menyenangkan aku, ha? Kau seperti kutukan!”

Damus mengangkat telunjuknya. Tangisnya menderas. “Maafkan aku, Bu. Aku hanya ingin membahagiakanmu.”

Telunjuk Damus menyentuh dahinya sendiri.

100 kata

Iklan

22 thoughts on “#FFRabu ~ Telunjuk Midas

    • Attar Arya berkata:

      Dia kan punya satu kesempatan untuk membuktikan apakah ‘telunjuk midas’ terbukti. Kalau benar kata penyair itu, dia sendiri yang akan jadi emas, emas yang besar. Semoga bisa menyenangkan hati ibunya. Begitulah… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s