Pelajaran dari Sebutir Kurma

kurma

sumber

Merasa terpuruk dalam hidup? Merasa hilang harapan? Mungkin kita bisa berkaca pada ‘perjuangan’ sebutir kurma untuk bertahan hidup di padang pasir yang tandus. Kurma adalah sebuah tanaman istimewa. Al Qur’an menyebut namanya pada 20 (dua puluh) tempat/ayat berbeda.

Apa yang membuat kurma begitu istimewa? Selain khasiat yang ada pada buahnya, barangkali karena ada pelajaran berharga yang bisa dipetik dari ‘perjuangan’ sebutir kurma untuk tumbuh. Padang pasir adalah sebuah wilayah yang sangat kering, panas menyengat. Belum lagi ditambah dengan embusan angin kencang yang bisa berubah menjadi badai. Tapi hanya pohon kurma yang sanggup bertahan.

Apa sebabnya?

Semua dimulai dari sebutir biji kurma yang ditanam di dalam pasir. Ditanam di kedalaman 2-3 meter, biji kurma ditimpa dengan batu berat. Di dalam pasir, biji kurma akan menumbuhkan akar terlebih dahulu. Akar tersebut akan terus mencari sumber air di bawahnya. Terus begitu hingga akhirnya air didapat. Barulah biji kurma akan menumbuhkan tunasnya. Memecahkan batu yang mengimpitnya. Terus tumbuh menjulang menjadi sebatang pohon yang tahan tempaan. Bahkan badai pasir pun siap dihadapi.

Begitulah kehidupan. Setiap hari kita diberi ujian. Setiap hari ada tantangan. Ujian dan tantangan yang menguatkan kita. Ibarat pohon kurma, kita harus menguatkan fondasi dasar diri kita; keyakinan bahwa kita bisa menghadapi rintangan apa pun. Seperti biji kurma yang dibebani batu berat, semua rintangan justru membuat kita semakin kuat. Hingga mampu tegak berdiri menghadapi badai sekalipun.

Salam.

Iklan

7 thoughts on “Pelajaran dari Sebutir Kurma

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s