#FFRabu ~ Cermin Kopi

Kopi-Berdua

sumber : andesmar.yu.tl

“Kupikir kopi yang tak hitam adalah kopi yang tak setia,” gumam Andra. Mayra di sebelahnya melirik sekilas. Kembali menyesap kopi susu di cangkir.

“Kenapa begitu?”

Andra menggeser kursi menghadapi Mayra. “Sebab dia menyalahi takdirnya. Kopi seharusnya hitam, bukan cokelat, apalagi putih.”

“Jadi kopiku ini pengkhianat, begitu?”

Andra diam. Tatapannya menghunjam. “Mungkin.”

Mayra disergap gelisah. “Kenapa melihatku seperti itu?”

Andra tertawa kecil. “Tak perlu khawatir. Selama tak melakukan kesalahan, untuk apa merasa bersalah?”

“Pembicaraan ini bikin aku nggak nyaman. Aku pulang saja.” Mayra gegas bangkit keluar kafe. Di parkiran dia menelepon.

“Sudah kubilang, hati-hati kalau ngobrol dengan dia. Dia itu perasa!”

100 kata

Iklan

19 thoughts on “#FFRabu ~ Cermin Kopi

  1. Ryan berkata:

    Aku curiga kamu itu pengkhianat. Seperti kopimu. Kira2 gitu ya.

    *jadi… Aku berapa sering berkhianat dong. Sering minum kopi warna coklat*

  2. linda berkata:

    tunggu. kalimat terakhir itu dikatakan mayra atau si penelpon? agak ambigu buat saya. kalo misal si mayra, masak dia bilang hati2 ke si penelpon?

    • Attar Arya berkata:

      Kalo misalnya yang ngomong adalah yang ditelepon, bentuk percakapan kan harusnya ditulis miring, Linda. Lalu, dari kalimat Mayra, -mestinya- terbaca kalau yang ditelepon itu juga kenal dengan Andra. Dan antara Mayra dengan si penelepon ada ‘sesuatu’. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s