Saya Bangga Jadi PNS

logo depkeu

Apa cita-cita kalian sewaktu kecil? Jadi Pilot? Dokter? Pengusaha?

Cita-cita saya dulu cuma satu : jadi insinyur pertanian. Saya suka menanam cabe, tomat, dan tumbuhan lain. Menyenangkan melihat mereka tumbuh dan berbuah. Tapi sayangnya ketika dewasa cita-cita itu harus saya ‘sederhanakan’ menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) saja.

Kenapa saya berubah?

Saya realistis. Untuk menjadi insinyur harus kuliah. Dan kuliah memerlukan dana tak sedikit. Akhirnya saya lupakan cita-cita masa kecil dan berburu kesempatan menjadi PNS meski saya sadar, tak sedikit ‘hambatannya’. Praktik uang, nepotisme, dan kecurangan lain kadang terjadi. Tapi saya percaya, Allah akan memberikan jalan,

Setamat SMA – sambil menanti pembukaan penerimaan pegawai baru – saya bekerja sebagai guru les. Setiap hari mengajar, mengasah otak, mempelajari materi membuat saya optimis bisa mengerjakan soal Ujian Saringan Masuk (USM). Dua kali mencoba dua kali gagal. Sedikit terpuruk pada awalnya, tapi saya pikir : memang tak mudah.

Di tahun ketiga seorang guru baru membawa kabar menggembirakan. Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) membuka penerimaan mahasiswa baru yang nantinya jika lulus diangkat sebagai  PNS Departemen Keuangan (dulu). Kembali api harapan berkobar di dada. Bersama teman tersebut saya bersemangat membahas soal-soal  USM di sela-sela waktu mengajar.

Lalu sebuah poin persyaratan yang terlupa ditelisik mengempaskan saya : tahun kelulusan. Saya lulus setahun lebih cepat dari yang disyaratkan. Saya terpuruk. Hilang sudah kesempatan. Saya jadi malas belajar. Tapi untunglah kesadaran saya segera kembali. Saya harus tetap #MenjagaApi semangat saya. Barangkali tahun ini pemerintah daerah membuka lowongan dan saya bisa ikut.

Alhamdulillah, di tahun yang sama STAN kembali membuka penerimaan PNS khusus untuk putra-putri Aceh tanpa batas tahun kelulusan. Secercah harapan kembali saya genggam. Bersama teman yang sama, saya kembali belajar intensif. Mengasah nalar dan mencari strategi mengerjakan soal. Usaha tak kenal lelah.

Perjuangan saya sebelas tahun lalu berbuah manis. Sekarang saya seorang  PNS Kementerian Keuangan. Dan saya bangga.

300 kata

Iklan

26 thoughts on “Saya Bangga Jadi PNS

  1. Mechta berkata:

    Alhamdulillah… saya juga bangga karena itu semua hasil upaya sendiri dengan ridlo Allah SWT…harus kita pertahankan dg bertanggungjawab kepada NYA, bukan ? 🙂

  2. Anggun berkata:

    Wah selamat, bang. Apapun yang dikerjakan pakai hati ikhlas insya Allah rezekinya penuh anugerah *mendadak dakwah* 😀

  3. Ie berkata:

    selamat siang pak.. (biasanya sapa’annya begitu kalo ke PNS)

    ha ha ha ha ha… keren bang… semoga jadi PNS yang beda 🙂

  4. edi padmono berkata:

    Kita harusselalu bersyukur dan berbangga dengan apa yang sudah kita raih, karena tidak semua orang mempunyai kesempatan yang sama. Kalau saya pribadi dari awal memang tidak tertarik dengan dunia PNS tetapi bukan berarti saya benci PNS

  5. milo berkata:

    Ooo, STAN pernah ya buka lowongan tanpa batasan tahun lulus khusus Aceh? Baru tahu..
    Saya bangga jadi PNS tanpa nyogok. Meskipun orang-orang banyak yang nggak percaya ada yang jadi PNS tanpa nyogok -_-

    • Attar Arya berkata:

      Iya, Milo. Itu tahun 2001, karena sikon Aceh dulu kurang kondusif, jadi banyak pegawai (dulu) Depkeu yang minta pindahtugas ke luar Aceh. Depkeu akhirnya berinisiatif bikin kelas khusus Aceh.

      Nah, itu dia. Pemikiran awam orang-orang: jadi PNS = Nyogok. Padahal banyak juga yang lulus murni. Selamat juga ya buat kamu. 🙂

  6. latree berkata:

    selamat Bang…
    aku sejak SMP bercita-cita jadi insinyur, yang bikin gedung dan bangunan. iya sih, jadi sarjana teknik, tapi akhirnya jadi PNS dan bukan di DPU. sekarang udah lupa rumus hitungan rancang bangun…

    • Attar Arya berkata:

      Kalo di Kementerian Keuangan, aku berani jamin, Nella, untuk diterima nggak pakai duit sama-sekali (kecuali uang pendaftaran, hehe)

      Setelah nulis cerita ini, aku malah kepikiran lagi soal cita-cita dulu. Apa kuliah lagi di jurusan pertanian, ya? :p

      • Emaknya Benjamin berkata:

        Ooohh gitu ya, baguslah berarti yg masuk atas usaha dan kepintaran sendiri 😀 .

        Hahaha aku juga mikir nih bang, apa aku sekolah lagi ya jurusan gardening 😀 . Sejak tinggal di jauh dr tanah air skrg aku jadi suka banget berkebun, pdhl aku lulusan Farmasi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s