Terbang Bersama Garuda

photo-salamgaruda

Salam Garuda Indonesia

Sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil saya tentu pernah bepergian dengan menggunakan pesawat terbang. Terkadang untuk mengikuti pelatihan, kadang untuk memenuhi panggilan rapat. Disebabkan karena lokasi kerja saya (dahulu) adalah kota Subulussalam yang terletak di kabupaten Aceh Singkil sementara kantor wilayah berada di Banda Aceh, bepergian dengan kendaraan darat bukanlah pilihan cerdas.

Ada dua jalur yang bisa ditempuh yaitu jalur barat : Subulussalam – Meulaboh (Aceh Barat Daya) – Banda Aceh yang menelan waktu sekitar 13-14 jam perjalanan atau jalur timur : Subulussalam – Medan – Banda Aceh dengan waktu tempuh lebih lama yaitu sekitar 18 jam. Saya pernah memaksakan diri – terpaksa, lebih tepatnya – pergi ke Banda Aceh untuk mengikuti sosialisasi sebuah peraturan baru dengan menggunakan taksi sewaan. Hasilnya sudah bisa diduga, saya tepar saat tiba di tempat tujuan. Badan terasa begitu lelah dan materi sosialisasi yang dipaparkan pemateri seperti lewat begitu saja di depan telinga, bahkan tak sempat masuk ke dalam kepala. Hahaha.

Setelah kejadian itu saya ‘bertekad’ untuk memenuhi panggilan ke Kantor Wilayah hanya jika diizinkan menggunakan pesawat terbang dari Medan menuju Banda Aceh. Dan untunglah Kepala Kantor memahami hal ini dan mengizinkan pegawainya memenuhi panggilan tugas dengan menggunakan pesawat terbang.

Suatu kali saya mendapat tugas mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) di Banda Aceh. Saya pun mulai berselancar di internet dengan kata kunci Tiket Pesawat Murah. Beberapa pilihan maskapai langsung muncul di layar. Sempat saya akan mengeklik salah satu nama maskapai. Namun pengalaman kurang mengenakkan dengan maskapai berbiaya murah tersebut seperti penundaan terbang, dan pelayanan yang kurang memuaskan membuat saya berpikir lagi. Saya akan mencoba maskapai berbiaya murah lain. Tapi bagaimana jika pengalaman kurang baik itu terulang lagi? Akhirnya saya memutuskan untuk memilih Garuda Indonesia. Saya ingin merasakan pengalaman baru menggunakan Maskapai Terbaik Indonesia ini. Meski tetap saja awalnya saya kepikiran : Bagaimana dengan harganya?Kata orang-orang, harga tiket Garuda Indonesia itu mahal. Beneran nggak, sih?

Ternyata nggak. Harga yang ditawarkan oleh Garuda Indonesia masih terjangkau buat kantong PNS level bawah seperti saya ini. Garuda Indonesia juga memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan oleh pelanggan akan ‘diganti’ dengan pelayanan yang setimpal. Ditambah lagi dengan pengakuan dari Skytrax, sebuah perusahaan asal Inggris yang fokus menyoroti bisnis penerbangan dunia, dengan penghargaan peringkat 8 terbaik (tahun 2013. Di tahun 2014 meningkat menjadi ranking 7) World Best Airline of The Year membuat saya kian yakin bahwa Garuda Indonesia siap memberikan yang terbaik bagi para pengguna jasanya.

Rute yang akan saya tempuh termasuk rute jarak pendek, hanya sekitar 55 – 60 menit. Perjalanan sejauh ratusan kilometer bisa dijalani dengan waktu singkat. Dan Garuda Indonesia terus melakukan perluasan rute penerbangan dengan tujuan memberikan kemudahan bagi setiap orang untuk mencapai tempat tujuan. Seperti baru-baru ini, Garuda Indonesia membuka rute baru di Pulau Kalimantan untuk memudahkan mobilitas warga di Balikpapan, Palangkaraya, Pontianak dan Putussibau pulang pergi antarprovinsi. Untuk rute ini, GIAA menggunakan pesawat ATR 72-600 “Explore”. Pesawat tersebut mampu membawa 70 penumpang. Rute baru Garuda Balikpapan ini disambut hangat oleh warga Pulau Kalimantan.

Singkat cerita saya memesan satu seat untuk keberangkatan Medan – Banda Aceh.

Saat berada di dalam kabin pesawat saya merasakan sendiri kualitas yang ditawarkan Garuda Indonesia. Ruang kabin yang lega dengan interior modern, seat ergonomis yang nyaman dan ‘nggak nyangkut di dengkul’, posisi head rest yang bisa disesuaikan demi kenyamanan penumpang, serta hiburan dari perangkat mutakhir berupa Audio and Video on Demand (AVoD) yang menawarkan aneka pilihan film, siaran TV, video game, serta musik, termasuk musik tradisional dan kontemporer Indonesia pun tersedia. Pantaslah bila pada tahun 2013 maskapai ini meraih peringkat 3 World’s Best Economy Class Seat. Jadi, untuk pengguna kelas ekonomi pun, kenyamanan sangat diperhatikan oleh Garuda Indonesia.

Kenyamanan lain yang diberikan Garuda Indonesia adalah pelayanan prima. Pramugari berpakaian rapi siaga memberikan pelayanan. Setelah peragaan keselamatan penerbangan selesai ditayangkan di layar yang terdapat pada bagian belakang head rest, para pramugari cantik sigap menawarkan aneka minuman segar dan camilan lezat. Saya bahkan diizinkan mengambil dua macam minuman yaitu jus jeruk segar dan secangkir kopi. Semua awak kabin yang dipilih adalah orang-orang terbaik yang memiliki tujuan memberikan pelayanan terbaik kepada semua penumpang. Untuk segala dedikasi ini Skytrax memberikan penghargaan World’s Best Airline Cabin Crew.

Pelayanan prima yang diberikan Garuda Indonesia tak lepas dari konsep baru yang dinamakan Garuda Indonesia Experience (GIE). Dikutip dari laman resmi Garuda Indonesia, GIE adalah konsep layanan baru yang menyajikan aspek-aspek terbaik dari Indonesia kepada para penumpang. Mulai dari saat reservasi penerbangan hingga tiba di bandara tujuan, para penumpang akan dimanjakan oleh pelayanan yang tulus dan bersahabat yang menjadi ciri keramahtamahan Indonesia, diwakili oleh ‘Salam Garuda Indonesia’ dari para awak kabin.

Dengan pengenalan konsep Garuda Indonesia Experience, Garuda Indonesia menciptakan ciri khas yang membanggakan, sekaligus meningkatkan citra Indonesia di dunia internasional. Konsep Garuda Indonesia Experience didasarkan pada 5 pancaindra atau “5 senses” (sight, sound, scent, taste, dan touch) dan mencakup 24 “customer touch points”; mulai dari pelayanan pre-journey, pre-flight, in-flight, post-flight dan post-journey.

Penerbangan Medan – Banda Aceh menghabiskan waktu sekitar 50 menit. Waktu nyaris satu jam berlalu tanpa terasa. Pesawat pun mendarat dengan mulus tanpa guncangan berarti. Satu per satu penumpang turun dengan barang bawaan masing-masing. Dan di pintu keluar, seorang pramugari melepaskan kami pergi dengan ucapan dan salam perpisahan disertai harapan kelak dapat berjumpa lagi.

Sekarang kantor tempat saya bekerja ada di Lhokseumawe, Aceh Utara. Perjalanan menuju Banda Aceh sekarang hanya sekitar 6 jam perjalanan darat. Melakukan dinas dengan pesawat terbang rasanya mustahil diizinkan karena jarak yang relatif dekat dan penerbangan komersial dengan pesawat terbang berbadan lebar tidak tersedia di kota ini. Saya berharap suatu hari nanti akan kembali menggunakan jasa Garuda Indonesia untuk bepergian ke sebuah tempat, baik itu untuk keperluan dinas atau keperluan pribadi. Saya ingin merasakan lagi Terbang Bersama Garuda.

Iklan

12 thoughts on “Terbang Bersama Garuda

  1. @_menikdp berkata:

    aku belum pernah naik pesawaaaat bang T_T ini tadi BW kemana-mana kebanyakan malah isinya cerita pengalaman naik pesawat 😦 *banyak yg ikutan lomba ini maksudnya hehehe*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s