Perdagangan Online di Indonesia

Apa itu e-commerce?

e-commerce atau perdagangan secara elektronik (online) adalah perdagangan barang dan/atau jasa yang dilakukan oleh pelaku usaha dan konsumen melalui sistem elektronik. Apakah perbedaannya dengan perdagangan secara konvensional? Jika kita telisik, perbedaan mendasar antara sistem perdagangan secara konvensional dengan secara online adalah interaksi antara penjual dengan pembeli. Pada perdagangan konvensional transaksi terjadi secara langsung (secara tatap muka) antara penjual dengan pembeli. Sedangkan dalam perdagangan secara elektronik, antara pembeli dan penjual tidak bertatap muka secara langsung. Dalam ilustrasi berikut digambarkan secara detail perbedaan antara perdagangan konvensional dengan perdagangan secara elektronik.

TO Konven

TO ecom

 Sumber : slide presentasi tim sosialiasi e-commerce Kementerian Keuangan

4 Model e-commerce di Indonesia saat ini.

to model e com

Sumber : slide presentasi tim sosialiasi e-commerce Kementerian Keuangan

Online marketplace adalah salah satu tipe e-commerce dimana informasi produk dan persediaan barang disediakan oleh pihak ketiga. Bayangkanlah sebuah pasar maya dengan ratusan toko berdiri di dalamnya. Setiap calon pembeli yang datang akan memilih sendiri dengan toko mana dia akan bertransaksi. Pihak ‘pasar’ hanya bertindak sebagai pengelola.

Classified Ads adalah tempat berkumpulnya banyak penjual barang yang menjual produknya sewaktu-waktu (insidentil) saja. Contohnya pada Kaskus.com, dimana bila seseorang ingin menjual barang, maka dia tinggal memasang iklan (postingan) di situs tersebut.

Daily deals adalah penyedia layanan promosi sesaat, misalnya voucher makan, voucher belanja, atau voucher menginap di hotel. Pemberi promo, pihak hotel misalnya, memasang penawaran di situs daily deals dengan rentang waktu penawaran tertentu. Setelah masa penawaran berakhir, maka berakhir pula kontrak dengan situs daily deals.

Online retail adalah sebuah toko permanen yang menjual aneka barang, baik produksi sendiri atau dibeli dari penyedia barang.

Toko Online

Mengapa harus online? Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dari total populasi penduduk Indonesia pada Juni 2014 yang berjumlah 251,160,125 jiwa, sebanyak 82 juta jiwa merupakan penduduk yang ‘melek’ internet. Proyeksi hingga akhir tahun 2014 menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mencapai 107 juta jiwa. Sementara pada tahun 2015 jumlah tersebut diperkirakan melonjak hingga mencapai 139 juta jiwa. Mereka ini adalah pangsa pasar yang potensial untuk usaha penjualan secara online.

Anil Anthony, Executive Director Consumer Insight Nielsen, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan informasi global, menyebutkan bahwa saat ini ada 53 juta pengguna smartphone di Indonesia atau setara 23% dari total populasi. Dari jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat hingga menembus angka 28-30%. Dari jumlah tersebut 70% pengguna smartphone menggunakan Facebook sebagai jejaring sosial favorit diikuti oleh Twitter (36%) dan Google+ (11%). Media-media sosial ini nantinya dapat dipergunakan sebagai sarana mempromosikan toko online.

APJII juga merilis data bahwa pada tahun 2013, penetrasi internet di Indonesia mencapai 29% dengan penetrasi di daerah perkotaan sebesar 57% dan penggunaan internet melalui smartphone sebesar 24%.

Dari angka-angka di atas kita dapat menarik sebuah kesimpulan bahwa menjual produk dengan membuka toko online adalah pilihan cerdas mengingat betapa internet sekarang telah menjadi bagian yang nyaris tak bisa dipisahkan dari kehidupan sebagian besar orang Indonesia.

Membuka toko online juga memberi banyak keuntungan, di antaranya adalah :

  1. Jangkauan luas dan kemudahan pengembangan usaha.

Toko online bisa diakses dari mana saja bahkan hingga ke pelosok Indonesia yang sudah terjangkau jaringan internet. Apalagi dengan penetrasi pemakaian smartphone yang semakin meningkat. Dengan semakin banyaknya pelanggan, Anda bisa terus melakukan ekspansi pasar dan ‘memperbesar’ toko Anda.

  1. Tidak memerlukan banyak karyawan dan tidak perlu diawasi sepanjang waktu.

Bahkan bisa saja tidak memerlukan karyawan sama sekali. Anda bisa menjalankan toko Anda sendiri tanpa bantuan karyawan. Anda juga bisa menetapkan waktu-waktu tertentu untuk mengunjungi toko online Anda. Sekadar menyapa calon pembeli, meng-update barang yang dijual, atau melayani pemesanan. Apalagi dengan kemudahan akses internet dari smartphone membuat Anda bisa mengawasi toko online Anda kapan saja dan dari mana saja.

  1. Produk yang dijual bisa merupakan barang produksi sendiri atau pihak lain

Anda bisa berjualan barang apa saja tanpa harus memproduksi sendiri. Anda bisa bekerja sama dengan penjual barang lain untuk memasarkannya di toko Anda. Berdasarkan data socialbakers.com per Oktober 2014 ada empat kategori produk online yang menjadi primadona yaitu produk kecantikan, alat elektronik, makanan, dan pakaian.

  1. Cepat dan sederhana

Tanpa harus menjelaskan berkali-kali mengenai produk yang Anda jual seperti pada toko konvensional, pada toko online Anda cukup mencantumkan keterangan pada produk yang Anda jual. Calon pembeli  tinggal memilih barang yang sesuai keinginan, melakukan pemesanan, dan barang segera dikirimkan.

  1. Hemat biaya promosi

Tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya Anda sudah bisa memperkenalkan toko dan produk yang Anda jual ke semua pengguna internet. Bisa melalui promosi di situs iklan gratis, di situs social bookmark, jejaring sosial (facebook, twitter, atau instagram), atau melakukan optimasi mesin pencari SEO (Search Engine Optimization) agar toko Anda bisa muncul di halaman pertama pencarian sehingga calon pembeli lebih tertarik.

Sebagai referensi panduan untuk memulai usaha secara online, silakan baca buku ‘Sukses Membangun Toko Online’ yang disusun oleh Carolina Ratri.

Perilaku Calon Pembeli.

Ada dua alasan utama seseorang yang belum pernah melakukan transaksi belanja secara online ingin mencoba berbelanja secara online : 53% mengatakan akan mencoba belanja secara online jika mereka tahu teman atau keluarga mereka pernah melakukannya dan mendapat pengalaman yang baik (ketika berbelanja), sementara sebanyak 48% mengaku akan mencoba belanja secara online jika harga barang yang ditawarkan di toko online lebih rendah ketimbang harga di toko konvensional. (sumber : http://www.ipaymu.com)

Lebih lanjut, harga rendah mungkin akan membuat calon pembeli non-online datang berbelanja, tapi kenyamanan berbelanja yang akan membuat mereka datang lagi dan lagi.

Bagi calon pembeli yang masih merasa ragu ketika akan berbelanja online ada dua hal yang paling mereka khawatirkan yaitu kualitas produk yang dijual dan keamanan berbelanja. Dua hal ini  wajar saja. Sebab pembeli non online merasa lebih yakin ketika mereka melihat langsung produk, menyentuh, dan mencobanya langsung. Barang yang dijual secara online tentu tak bisa diperlakukan seperti itu. Di sinilah pemilik toko online dituntut untuk memberikan jaminan bagi pembeli berupa jaminan pengembalian jika ada barang rusak atau tidak sesuai. Selanjutnya yang jadi sumber keragu-raguan calon pembeli adalah keamanan ketika mereka memberikan data-data keuangan mereka seperti nomor rekening bank. Dalam hal ini keyakinan yang diberikan pemilik toko online bisa meredam keraguan mereka.

Permasalahan dalam Bisnis Online dan Alternatif Solusinya.

Menurut situs www.ipaymu.com, ada 5 (lima) isu utama perdagangan online di Indonesia.

  1. Perilaku Pembeli

Tingkat kepercayaan calon pembeli relatif masih rendah. Rata-rata pembeli ‘hanya’ menghabiskan sekitar Rp. 100.000 – Rp. 1.000.000 dalam sekali pembelian. Menghadapi kendala ini memang butuh kesabaran dan waktu. Seiring dengan meningkatnya kepercayaan calon pembeli, dipastikan nominal rupiah yang dibelanjakan akan meningkat pula.

  1. Pilihan Pembayaran

Tingkat keleluasaan pembayaran masih rendah. Saat ini di Indonesia sistem pembayaran dengan menggunakan kartu kredit masih terbilang rendah, mengingat penetrasi penggunaan kartu kredit yang belum menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Tapi banyak pemilik toko yang tidak memberikan pilihan pembayaran yang lain. Ada lebih dari 150 bank di Indonesia dengan beberapa bank yang populer ‘hanya’ di daerah tertentu. Dari jumlah tersebut kurang dari 7 bank yang sudah siap untuk melayani perdagangan online. Bagi pemilik toko online, memilih bank dengan jangkauan luas ke seluruh wilayah Indonesia bisa menjadi pilihan.

  1. Kemudahan Akses

Mayoritas pemilik usaha toko online belum membuat tokonya ‘mobile ready’ alias bisa diakses melalui smartphone. Padahal seperti disebutkan di atas bahwa penggunaan smartphone untuk mengakses internet kian berkembang setiap tahunnya. Solusi yang bisa diambil adalah dengan memakai jasa tenaga IT untuk membuat situs web toko online Anda menjadi mobile dan user friendly.

  1. Pengiriman Barang

Saat ini hanya ada 3 (tiga) penyedia layanan pengiriman barang yang mendukung sistem logistik toko online : JNE, TIKI, dan Kantor Pos.

  1. Peraturan

Pemilik usaha harus menghadapi gabungan antara kompleksnya birokrasi dan kurangnya pengetahuan atas peraturan terhadap sektor yang sedang berkembang pesat ini. Menyikapi permasalahan ini diharapkan agar Indonesia e-Commerce Association (IDEA) yaitu organisasi yang membawahi perusahaan dan pedagang online menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah agar tercipta kesepakatan yang saling menguntungkan semua pihak.

Selayaknya bidang usaha lain, perdagangan online menawarkan aneka kelebihan pada pelakunya. Pun demikian perdagangan online memiliki beberapa sisi yang harus dibenahi demi kenyamanan berusaha. Kelebihan-kelebihan itu harus dieksplorasi lebih lanjut sehingga mendatangkan keuntungan lebih. Sementara untuk kekurangan-kekurangan harus dicarikan jalan keluar yang terbaik. Dengan semangat dan kerja keras serta dengan dukungan semua pihak semoga geliat perdagangan online di Indonesia kian terasa dan memberikan manfaat bagi banyak orang.

Tulisan ini disertakan dalam Giveaway Susindra III : Online Shop. Info lomba silakan klik banner di bawah ini. 

banner GA susindra III

Iklan

6 thoughts on “Perdagangan Online di Indonesia

  1. Susi berkata:

    Terima kasih untuk ulasan lengkapnya ya mas Attar. jadi belajar banyak di sini.
    berbisnis online memang pilihan cerdas sekarang ini karena semakin banyak pemakai smartphone dan yang asyik dari belanja online adalah… irit waktu dan banyak uang! tak heran jika terus bertambah jumlahnya. Sekali lagi terima kasih ya…
    Jabat erat dari Jepara,
    Susindra

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s