Someone Like You

kuburan

sumber

Aku hanya ingin kepastian. Setelah batinku yakin, aku tak akan mengganggu lagi.

**

Ini  rumah ke sekian yang kudatangi. Kali ini aku yakin akan menemukanmu. Getarannya terlalu kuat teraba.

“Permisi, apakah namamu Adinda?” Kuajukan pertanyaan sama dengan yang telah kuajukan berkali-kali sebelumnya.

Perempuan yang sedang tidur menyamping itu tak bergerak. Mungkin dia sedang lelap. Tapi aku tak bisa melewatkan satu orang pun.

“Permisi, apakah…”

Belum purna kalimatku, dia sudah menukas dengan ketus bahkan tanpa berbalik ke arahku.

“Bukan, namaku Rosmala. Kenapa kau mengganggu tidurku, hah?!” sentaknya dengan suara serak yang garang. Kentara sekali dia benci diganggu.

“Maaf, nama di nisan itu…”

Rosmala kembali menghardik. “Itu bukan aku! Salahkan mereka yang menguburku. Mereka yang menancapkan nisan di kuburanku! Sekarang biarkan aku” umpatnya panjang lebar. Aku mengalah.

“Maaf, aku akan pergi,” kataku pelan. Rosmala mendengus. Aku memanjat ke atas. Akar pepohonan menghalangi langkahku, kadang batu besar. Tak jarang benda-benda asing juga tersangkut di kulit. Aku tak peduli. Yang kucari hanya Adinda.

Tiba di permukaan tanah, setelah menepis tanah dan kotoran yang menempel, aku mengenakan kembali seluruh pakaian. Ke mana lagi akan kucari dirimu, Adinda? Di tempat ini hanya ada satu nisan yang bertuliskan namamu. Tapi itu bukan dirimu. Apakah memang kau disemayamkan di sebuah tempat tak bertanda?

Masihkah kau simpan benci buatku sesaat sebelum kau dijemput maut?

Aku masih ingat, Adinda. Bertahun lalu kau begitu membenciku karena memilih jalan yang salah.

“Apa yang kau lakukan, Mas?” pekikmu saat melihat aku terkapar di lantai kamar. Sebilah keris bergetar di tanganku. Aku mengejang.

Kau lepaskan keris itu dari genggamanku. Kejangku hilang, tapi aku diliputi murka mendalam.

“Apa yang kau lakukan, Dinda?!”

Kau terjajar ketakutan ke pintu. Aku tak peduli pada kengerian yang terbias pada wajahmu. Pikiranku tertuju pada lelembut di dalam keris itu. Keris itu hanya diam, tak lagi bergerak. Lelembut telah lenyap.

“Aku akan pergi!” ancammu saat itu. “Aku muak berurusan dengan segala macam kesesatan ini, Mas!”

Aku tak menjawab. Keris kembali kugenggam, mantra kurapalkan. Kau sempurna kuabaikan. Kau akhirnya benar-benar pergi dan aku tak peduli. Pikiranku penuh oleh hasrat ingin kaya dengan cara pintas : bersekutu dengan makhluk gaib. Aku berhasil. Kekayaan dan kesaktian ada di genggaman, madu dunia dapat kureguk kapan saja. Tapi hatiku kering. Hampa karena dirimu tak ada.

Lalu aku mencarimu ke sana-sini. Kutanyakan pada keluargamu, mereka tak sudi memberitahu. Teman-temanmu juga mengunci rapat bibir mereka. Hingga seorang temanm – juga mantan pacarmu-  Hasto, membisikkan berita bahwa kau telah tiada. Kutanyakan padanya di mana pusaramu, tapi dia mengaku tak tahu. Aku juga tak tahu mengapa aku hanya menginginkan kamu. Siapapun bisa kudapatkan, tapi jika bukan kamu, aku tak mau.

Kaok burung-burung gagak yang bertengger di dahan beringin membuyarkan lamunan. Aku menghela napas panjang. Mungkin sudah saatnya kuhentikan pencarian.

Baru selangkah ke luar dari kompleks pekuburan, batinku bergetar. Sebuah nama melintasi benak. Adinda…adinda….

Kupusatkan segala indera untuk menemukan pusat getaran itu. Terasa dekat! Amat dekat. Gambar-gambar kabur bertindihan dalam kepala. Kucoba terus mencari dengan pikiranku. Bayang wajah Adinda yang pasi hadir pertama kali. Raut ketakutan tergambar jelas. Ikut berlari di belakangnya sesosok lelaki. Wajahnya seperti kukenal. Hasto!

***

“Cepat lari, Dinda! Suamimu yang dukun itu sudah sampai ke mari. Entah dari mana dia tahu keberadaanmu.”

Iklan

10 thoughts on “Someone Like You

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s