[Flashfiction] Firasat

firasat

“Lihat, Yah! Ini baju koko untuk Ayah pakai saat lebaran, setelah keluar dari rumah sakit. ” Kucoba menceriakan wajah dan suaraku.

“Terima kasih, Sayang.” Ayah tersenyum lemah. “Ayah sudah minta dibelikan sama perawat. Bajunya di dalam laci.”

Kulangkahkan kaki menuju laci. Tangisku pecah, melihat kain putih polos panjang di dalamnya.

4 komentar pada “[Flashfiction] Firasat”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s