[Flashfiction] Mengendus Jejak Kasus

Penyelidikan1

“Anna adalah bocah kedua yang hilang, Capt,” opsir Roy menjelaskan. Kapten Zian mengangguk-angguk. Baru dua minggu dia ditugaskan menangani kasus-kasus ini.

“Laporan kehilangannya masuk pagi tadi. Kita berhasil menghalau hidung pers dari kasus ini, entah sampai kapan. Mereka seperti serigala lapar yang mampu mengendus bangkai dari kejauhan,” keluh Roy.

Zian meneguk tandas kopinya, berharap kafein bisa menyegarkan pikiran.

“Apa kesamaan para korban?” Zian meraih map berisi laporan perkembangan kasus. Roy tahu, atasannya tetap menginginkan jawaban.

“Mereka berasal dari lingkungan berbeda : Marina korban pertama anak seorang pedagang, ayah Anna seorang…”

“Kesamaan, Roy!” sentak Zian tak sabar. Roy tersengat. Wajahnya memerah.

“Aku harus tahu motif penculikan ini,” sambung Zian.

Roy melonggarkan tenggorokannya. “Keduanya perempuan, berusia enam dan tujuh tahun pada 30 Juni tahun ini, dari keluarga biasa, dan…”

Telinga Zian berdenging. Mendengar kata ’30 Juni’ mendadak benaknya dipenuhi keresahan. Bergegas di sambarnya jaket dan dia berlalu meninggalkan Roy yang melongo.

***

“Zian!” seorang perempuan menyambut di ambang pintu. Wajahnya berbinar. Zian masuk tergesa.

“Apa kau terlibat kasus penculikan bocah perempuan ini, Rena?” tudingnya.

Rena terkesiap, tapi cepat dia mengulas senyuman. “Kau menuduhku?”

“Aku tahu sifat obsesifmu, Rena. Kita pernah menikah tujuh tahun, sampai…”

Rena menukas. “… kau menceraikanku setahun lalu.”

“Itu kesalahanmu!” Zian mendesis geram. “Kau teledor, asyik dengan urusan glamormu, lupa menjemput Malika pulang sekolah. Sampai akhirnya Malika…”

“Mati tertabrak, 30 Juni, tepat di hari lahirnya,” Rena menyambung perih. “Aku menyesalinya hingga kini, Zian. Aku berusaha menebusnya dengan melahirkan lagi. Tapi kau tak memberiku kesempatan.”

Zian tiba-tiba bangkit. “Aku yakin kau menyembunyikan sesuatu. Akan kugeledah rumah ini!”

“Zian!”

Lelaki itu tak peduli. Langkahnya pasti menuju basement. Tapi tiba-tiba tubuh tegap itu ambruk ke lantai. Sebuah vas besar menghantam kepalanya, mengalirkan darah mengotori karpet. Di dekat tubuh tergeletak itu Rena berdiri tegak. Pipinya basah air mata.

“Mereka milikku, Zian. Milikku! Mereka pengganti Malika. Jangan coba-coba merebutnya dariku!”

306 kata

Iklan

14 thoughts on “[Flashfiction] Mengendus Jejak Kasus

  1. dian farida berkata:

    Somehow langsung inget sebuah film,tp AQ lupa judulnya,film barat. Ank2 yg diculik smpe jd keterbelakangan mental gt, dan ketika besart,mereka dipaksa membantu menculik korban2 selanjutnya,hiks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s