[Flashfiction] Di Dadaku Ada Jantungmu

10296880_1897296640411040_1777025244_n

sumber

Mimpi itu datang lagi!

Mahdi terengah. Badannya basah keringat. Berulang kali dia menggelengkan kepala. Tapi kilasan gambar di kepalanya tak juga lenyap. Remaja kurus itu merebahkan tubuhnya ke kasur. Benaknya mereka ulang mimpi barusan.

“Es krimnya enak, Mahdi?” Seorang bocah perempuan bertanya. Tangannya memeluk boneka beruang kecil yang tampak lucu. Mereka sedang berdiri di bukit kecil di belakang rumah keluarga Mahdi.

“Enak. Nirmala mau?”

Nirmala menggeleng lalu mengalihkan pandangan ke bawah bukit.

“Oh!” Mahdi merasakan cairan dingin melelehi tangannya. Sigap dia menyesap cairan manis itu dan mengunyah potongan kacang almond hingga tandas. Tiba-tiba Mahdi merasa pusing. Dunianya mendadak gelap. Ketika tersadar, kengerian sontak mencengkeram. Wajah Nirmala penuh darah! Darah keluar dari mata, telinga, dan hidungnya. Dan yang paling mencekat Mahdi adalah dada Nirmala. Tidak ada apa-apa di sana. Kosong!

Aaarghhhh!

Pintu terbuka dengan kasar. Sesosok tubuh menghambur masuk. “Ada apa?”

Mahdi terisak. “Mimpi itu lagi, Yah.”

“Sudah kubilang jangan pikirkan hal itu!”

Mahdi meringkuk takut.

“Nirmala sudah tiga bulan mati. Buat apa kau memikirkannya,” gusar Ayah.

“Dia temanku satu-satunya, Yah. Penyakit lemah jantung dan epilepsi bikin aku tidak punya teman,” sergah Mahdi perih.

Ayah mendecak. “Dia cuma anak gelandangan. Seharusnya tak ada yang merasa kehilangan.” Pandangan lelaki itu tersangkut pada sebuah benda di samping Mahdi. “Hei! Buat apa kau simpan boneka miliknya?”

Tangan Ayah terulur menjangkau boneka teddy bear, tapi Mahdi lebih dahulu mendekapnya.

“Sini bonekanya! Biar Ayah buang!”

“Jangan, Yah!”

Emosi Ayah tersulut. Kepalanya pusing karena kurang tidur. Banyaknya pasien bedah di rumah sakit membuat waktu istirahatnya berkurang. Dia tidak punya waktu untuk hal ini.

“Nirmala sudah mati! Buang semua benda miliknya!”

Mahdi menatap ngeri. Kemarahan Ayahnya menciutkan hati. Tapi membuang benda kenangan Nirmala?

Ayah seperti tersadar, tak ada gunanya terpancing emosi. Dia menarik napas panjang dan duduk di tepi ranjang.

“Nirmala tak benar-benar pergi, Nak. Dia selalu ada di dekat kita,” suara Ayah melunak. Tatapannya melembut.

Mahdi mencoba mencerna ucapan Ayahnya. Pasti yang Ayah maksud adalah kenangan, simpulnya.

“Bukan kenangan,” seolah bisa menebak isi hati anaknya, Ayah menjelaskan. “Dia ada di sini.” Telunjuknya menuding dada anaknya. Mahdi kebingungan.

“Jantung Nirmala ada di dadamu. Kau tak menyadari jika jantungmu tak pernah kumat lagi?”

Kengerian mencekat kerongkongan Mahdi. Ayah membunuh Nirmala dan mengambil jantungnya?

“Jangan takut, Nak. Ayah bukan pembunuh. Kau juga bukan. Semua terjadi tanpa sengaja.”

“Ayah, apa maksudnya?! “ Dada Mahdi sesak. Ayah harus menjelaskan!

Ayah sekali lagi menarik napas dalam. “Hari itu kalian bermain di bukit belakang. Lalu epilepsimu kambuh. Pasti Nirmala berusaha menolongmu. Tapi naas, dia terjatuh. Mungkin karena kau mendorongnya tanpa sadar. Tubuh mungilnya terguling jatuh dan membentur batu berkali-kali. Kau tahu bagaimana nasibnya setelah itu?”

Jantung Mahdi mencelos. Sebuah kata meluncur lirih dari bibirnya. “Ma…mati?”

“Nah, sekarang kau bisa merangkai cerita selanjutnya, kan? Sudah larut malam. Cobalah tidur lagi. Dan jangan berteriak-teriak, Ayah butuh istirahat.”

Lelaki itu beranjak ke luar kamar dan mematikan lampu ruangan. Temaram menyelimuti, hanya suara napas Mahdi yang terdengar. Mahdi merebahkan tubuhnya, mencoba kembali lelap. Tapi dia terbangun. Ada sesuatu tergenggam di tangannya. Sesuatu yang basah, lengket, dan berdenyut.

Aaaaarrghh!

Catatan : Kacang-kacangan merupakan salah satu bahan makanan yang mesti diwaspadai penderita epilepsi sebab mengandung karbohidrat dalam jumlah tinggi. (sumber : google)

500 kata, tidak termasuk judul dan catatan kaki.

Iklan

14 thoughts on “[Flashfiction] Di Dadaku Ada Jantungmu

  1. eugenia rakhma berkata:

    huweeee…bagusnyaaaa! berasa thrillernya mesti nirmalanya kecelakaan mungkin dari cara gambarin Ayahnya berasa dia jahat pdhl logis ya…hebat! sering2 intip sini ah biar jago juga 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s