[Flashfiction] Tanah Luka

foto : flexmedia.co.id

foto : flexmedia.co.id

Hujan turun deras. Sesekali langit meledak dan cahaya menyilaukan menyambar. Seolah penghuni langit murka sekaligus berduka. Alir air jatuh di pucuk-pucuk cemara, menimpa atap dan cerobong asap, membasuh darah di tubuh-tubuh luka.

Di sini aku berdiri gemetar. Pemandangan ini tak akan pernah lekang dari ingatan. Tergeletak paling dekat dariku ada jasad kaku ibu. Matanya membelalak, mulutnya terbuka, seperti meneriakkan sakit tak terkira. Di sebelahnya ada tubuh rusak milik ayah. Di seberangnya ada mayat-mayat lain, entah siapa.

Aarrggghh!

Seiring nyeri yang menghantam kepala, sadarku kembali tiba.

“Tuhan, apa yang telah kulakukan?” aku menjerit parau. Senjata otomatis di tangannku jatuh menghantam tanah.

diikutsertakan dalam #FF100kata

Iklan

12 thoughts on “[Flashfiction] Tanah Luka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s