[Cerita 17] Kembang Kesepian

foto : lextakpq.blogspot.com
foto : lextakpq.blogspot.com

“Biar kubukakan, Sayang.”

Kubiarkan tangan kekarnya melucuti lingerie merah yang melekat di tubuh. Desah napasnya memburu di telingaku. Kukalungkan kedua lengan di lehernya, menghujani bibirnya dengan ciuman ganas. Dia melenguh senang.

Tubuh kami kini merdeka. Tak sehelai benang jadi penghalang. Aku tersenyum, merapatkan bukit kembarku pada dadanya yang bidang. Tangannya bergerilya di setiap inci kulitku, membelai, merangsang. Aku menggelinjang.

“Sekarang, Sayang.”

Dia membaringkan aku di ranjang. Kulebarkan kakiku, menantang.

“Cepat, Sayang. Aku tak tahan.”

Lalu dia menghunjam. Rahimku penuh kenikmatan. Aku melayang. Dunia pecah berulang-ulang.

Ranjang sepi sekarang. Lelakiku pergi, terbang menuju lain pelanggan. Dalam remang, kuratapi nasibku yang malang.

26 komentar pada “[Cerita 17] Kembang Kesepian”

    1. maksudnya ‘makin hot’ ya? nggak kok, kemarin itu cuma buat ikut tantangan aja. ceritaku kan biasanya kalem gitu. *muka polos 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s