[Flashfiction] Penebar Senyum

Serupa bau bangkai yang diembus angin ke delapan penjuru, desas-desus itu menyebar cepat. Dimulai dari sebuah bisikan, berpindah dari mulut ke telinga lalu menetap di dada menyemai gelisah.

“Benar begitu, Dan?” bisik Lana pada suaminya. Daniel mengangguk. “Pemerintah menyebar mata-mata. Mereka akan menangkap siapapun yang berseberangan. ”

Suara ketukan terdengar di pintu.

***

“Hai, Lana, kebetulan aku punya kue enak. Kau mau?” Clara tersenyum manis. Lana menatap waspada. Hari ini semua orang demikian ramah. Mereka tersenyum begitu lebar, namun mata mereka menyiratkan hal yang sama sekali berbeda. Lana menoleh pada suaminya. Daniel tengah tersenyum. Senyum yang lebar dan … aneh.

diikutsertakan dalam #FF100KATA

Iklan

22 thoughts on “[Flashfiction] Penebar Senyum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s