[Flashfiction] Kangen

foto : kreavi.com
foto : kreavi.com

Malam menghadirkan sunyi yang menikam, aku sendirian. Kuseka butiran bening yang gugur perlahan. Rindu terasa begitu menyakitkan. Kuraih ponsel dari atas meja, mencari sebuah nama dari daftar. Kutekan tombol dial.

Tuuuut…. tuuuttt… tuuutt…

Dering tak berjawab terdengar berkali-kali. Aku sabar menanti. Hingga akhirnya…

β€œHalo! Jika kamu mendengar ini, artinya saya sedang tidak bisa menjawab panggilan kamu. Mohon tinggalkan pesan setelah suara sendawa berikut ini.”

Suara sendawa dan tawa kecil yang menyenangkan terdengar berikutnya. Aku ikut tertawa dan menutup telepon. Kuraih ponsel lain dari laci. Ponsel milik Ayah yang baru saja kuhubungi. Airmata kembali menderas. Kehilangan ini entah kapan mampu kurelakan.

25 komentar pada “[Flashfiction] Kangen”

  1. Pernah melakukan hal serupa ketika masa awal kepergian ayah. Ngirim sms ke hape beliau, kemudian mbales sendiri dengan kata-kata semangat yg biasa beliau kirim. Mungkin org kira itu aneh. Tapi, hey, i feel better after that πŸ™‚

  2. Posting dg hemat kata-kata namun tepat sasaran…

    Baca ini jadi terharu. Kedua orang tua saya masih ada. Usia bapak sekarang 73, emak 68. Alhamdulillah masih sehat. Setiap pulang ke sukabumi, jadi semacam ritual untuk menemui mereka seusai saya jalan kaki susuri jalan kota sukabumi.

    Suka dengan karya-karya orisinil yg mas Riga tulis disini…

    Salam,

    1. makasih, om tik. doakan agar saya ada ide terus yahhh πŸ™‚

      salam buat bapak dan emak. moga panjang umur dan sehat selalu. amiiiinnn πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s