[Flashfiction] Aku Anak yang Paling Tahu Diri

foto : wanasedaju.blogspot.com

foto : wanasedaju.blogspot.com

Aku anak yang paling tahu diri.

Tak pernah sekalipun aku menyusahkan ibu. Aku tahu ibu sangat menyayangiku sebab itu tak terlintas sekalipun di benak untuk membuatmu lelah atau gundah. Aku selalu bersikap tenang, tidak berisik dan tak menuntut apa-apa.

Aku anak yang paling tahu diri.

Aku mencintai ayah dan ibu. Meski ayah sering marah-marah pada ibu karena aku. Meski kalian berkali-berkali bertengkar tentang aku. Sering kudengar suara bentakan Ayah yang kasar. Aku hanya bisa meringkuk diam sambil menekan telingaku rapat-rapat.

“Hidup kita sudah susah! Mau ditambah lagi dengan memelihara anak ini?” Ayah menudingku. Bisa kurasakan panasnya kebencian yang menguar dari mulutnya. Aku hanya diam.

“Anak ini anugerah, Mas! Aku mencintainya, dan kamu harusnya juga sama!” sergah Ibu.

Terimakasih Ibu karena sudah membelaku.

***

Aku anak yang paling tahu diri.

Meski bulan-bulan berikutnya sikap ibu padaku berubah, aku masih tetap mencintaimu. Bukan sekali dua kurasakan tamparan tangan yang menyakiti tubuhku atau ucapan yang menusuk telingaku.

“Kamu membawa sial!” Lalu sebuah pukulan memerihkan tubuhku. Juga tubuh ibu.

Maafkan aku, Ibu. Aku tak mengerti mengapa Ibu marah padaku. Apa karena Ayah yang tak kembali meski sebulan telah berlalu? Apakah penyebabnya aku? Tolong, jangan menangis, Bu.

Sekali dua kudengar pembicaraan ibu dengan seseorang yang entah siapa namanya.

“Lakukan secepatnya, sebelum semua terlambat.”

Kulihat ibu mengangguk-angguk. Kucoba meraba pikiranmu tapi tak bisa. Apa yang sedang kau rencanakan Ibu?

Aku anak yang paling tahu diri.

Sudah berkali-kali kukatakan itu padamu kan, Bu? Aku selalu tahu diri dan tak meminta apa-apa. Bahkan saat kau mengizinkan tangan keriput orang itu merenggutku dengan paksa dari dalam tubuhmu, aku tetap tahu diri dan hanya diam. Dengan bibir yang masih belum terbentuk sempurna, kupersembahkan sebentuk senyum.

Aku mencintaimu, Ibu.

Iklan

16 thoughts on “[Flashfiction] Aku Anak yang Paling Tahu Diri

    • riga berkata:

      ini kebetulan cerita yang udah terngiang dua hari ini, Orin. Mirip memang dengan tema #FF100Kata hari ini. Karena untuk tema itu udah duluan dimasukkan cerita “Lelaki Pencuri Hati” maka yang ini dipost di blog aja.

      Maaf yaa udah bikin sedih. Ini sesuai janjiku kok, untuk #FF100Kata nggak ada cerita yang berakhir manis.:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s