Panggung Terakhir Laksmi

foto : adisudiawan.blogspot.com

foto : adisudiawan.blogspot.com

“Heh, Laksmi! Ngapain datang?” hardik Menur, primadona baru kelompok tayub milik Pak Raden.

“Kamu itu sudah tua, sudah tamat!” sambungnya.

“Cuma melihat-lihat,” jawab Laksmi lirih. Tangannya mengelus sampur kuning dari sutra.

“Itu punyaku! Jangan pegang!”
Batin Laksmi teriris.

***

Panggung ricuh. Laksmi tegak di tengah panggung. Memakai kemben merah, stagen dan sampur di leher.

“Laksmi, turun!” Pak Raden membentak.

“Kang, tolong. Sekali saja,” Laksmi mengiba.

“Nggak! Kau mau penontonku lari, hah?” tangan lelaki itu menarik paksa. Laksmi terjatuh. Isaknya terdengar pilu.

***

“Ada orang mati! ”

“Eh, ini Laksmi, mantan penari itu!”

“Astaga! Lihat, lehernya dijerat selendang kuning dari sutra!”

keterangan:

sampur : selendang yang dipakai untuk menari

diikutsertakan dalam #FF100Kata

Iklan

5 thoughts on “Panggung Terakhir Laksmi

  1. rainyranny berkata:

    ide mirip tp eksekusi bedaa *horeee
    punya abang tragis 😦 laksmi sepertinya bunuh diri apa dibunuh ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s