[Flashfiction] Anakku Sayang Anakku Malang

foto : karyapuisi.com

foto : karyapuisi.com

Jantungku berdetak lebih kencang ketika bungsuku yang baru berumur tujuh tahun masuk ke dalam rumah sambil menangis. Bergegas kutinggalkan cucianku.

“Ami kenapa sayang? ” kubelai rambutnya.

“Kata teman-teman Ami udah nggak perawan, Bu,” isaknya.

Kutenangkan napas yang tiba-tiba memburu.

“Kok begitu?”

“Iya, kata mereka kalau diciumin sama cowok jadi nggak perawan lagi. Memang perawan itu apa, Bu?”tanya bocah kecilku polos.

“Perawan itu artinya…” sebuah pikiran melintas, “hmm, memang siapa yang ciumin Ami?”

Berdebar kutunggu Ami bicara. “Mang Bonar.”

Kepalaku terasa panas. Kutekan nada bicaraku. “Di mananya badan Ami?”

“Di sini,” Ami menunjuk satu bagian tubuhnya. Aku meledak. Kuambil parang di dapur.

Iklan

10 thoughts on “[Flashfiction] Anakku Sayang Anakku Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s