[Flashfiction] Timun Mas & Raksasa Sakit Hati

foto : folktalesnusantara.blogspot.com

foto : folktalesnusantara.blogspot.com

Jaka dan istrinya Dara duduk di beranda rumahnya dengan perasaan gelisah bukan kepalang. Janji tujuh belas tahun silam harus ditunaikan. Jaka menatap wajah jelita istrinya.

“Bagaimana ini, Bu?” keluhnya.

Dara menunduk. “Raksasa itu akan datang mengambil Timun Mas. Lalu pasti dia akan marah besar.”

Jaka meremas rambutnya. Bingung.

“Semua ini salahmu, Pak!” tiba-tiba Dara menuding.

Jaka tergeragap. “Ta..tapi…”

“Nggak sengaja?” Dara meradang.” Sudah kubilang, jangan terlalu banyak minum tuak. Nanti….”

Belum usai Dara mengomel, dia menyadari sesuatu. Kendi air yang diletakkan di atas meja bergetar. Awalnya hanya getaran kecil lama kelamaan berubah kian besar.

Raksasa!

Dara memandang suaminya dengan kalut. “Pak, cepat temukan Timun!

Jaka berbalik hendak lari. Tiba-tiba dia teringat istrinya. “Bagaimana dengan..”

Pertanyaannya menggantung di udara. Dilihatnya sang istri sudah mengenakan selendang sutera di pinggang dan terbang mengangkasa.

“Ugh, cari selamat sendiri!”

Jaka memacu langkahnya. Aha, itu dia Timun Mas. Dia sedang merangkai bunga di pinggir taman. Dasar anak ini! Tak berubah juga!

“ Timun! Lari! Ada raksasa!” Jaka terengah.

Terlambat! Raksasa sudah lebih dulu merenggut tubuh Timun Mas dan mencengkeramnya.

Timun Mas kaget dan tak berdaya.

“Bapaaaak!”

“Hahahaha, akhirnya kau kudapatkan. Kau harus jadi istriku!”

“Jangannn!” Timun Mas meronta. “Aku nggak mau!”

Jaka terperanjat melihat anaknya dalam bahaya. Dari balik sebuah pohon besar dia berteriak. “Buka pakaianmu, Timun! Buka semua!”

Timun Mas tercengang. Raksasa juga. Tapi Jaka terus mengulangi perintahnya.

Apa boleh buat, pikir Timun Mas. Susah payah Timun Mas membuka seluruh bajunya. Raksasa menatapnya heran. Ketika kain terakhir di tubuh Timun Mas terlepas, Raksasa memicingkan mata. Meneliti.

Tiba-tiba raksasa menjerit histeris. “Aaah, kau laki-laki!”

Raksasa melepaskan cengkeramannya lalu berbalik ke arah gunung sambil menggerutu. Timun Mas segera mengumpulkan pakaiannya.

Jaka mendekati anaknya. “Dulu saat mabuk, bapak mengencingi timun besar tempat kau berada, Anakku. Seharusnya kau terlahir sebagai perempuan, tapi jadinya begini.”

Timun Mas tersenyum kecut.

299 kata.

Sinopsis cerita asli.

– Sepasang suami istri yang mendambakan anak mendapat biji timun ajaib dari raksasa. Sang Raksasa menjanjikan bahwa dari timun tersebut akan lahir seorang anak. Raksasa mensyaratkan agar 17 tahun kemudian ketika si anak dewasa, kedua suami istri harus menyerahkan anaknya untuk diperistri. Si suami menanam biji tersebut hingga tumbuh besar. Ketika telah matang, si istri membelah timun dan mendapati seorang bayi perempuan di dalamnya.

– 17 tahun kemudian sang raksasa kembali. Tapi si anak yang dinamai Timun Mas menolak diperistri raksasa. Dengan bantuan biji-biji ajaib pemberian ibunya, akhirnya Timun Mas berhasil melarikan diri dan membuat raksasa tewas dalam lumpur.

Iklan

29 thoughts on “[Flashfiction] Timun Mas & Raksasa Sakit Hati

    • riga berkata:

      hehehe, rencananya emang bikin yang ‘nyeleneh’, Nella. Semacam ‘dekonstruksi’ dongeng anak. Makasih udah mampir yaaa 🙂

    • riga berkata:

      yah, kali aja kalo raksasa kecewa trus dia yang diambil jadi istri, kan repot. Secara dia itu bidadari, meski agak tua…tetap cakep dooong. :p

  1. harryirfan berkata:

    Wah keren udah jadi aja promptnya…

    tapi aku masih belum paham bagian ini >> “Dulu saat mabuk, bapak mengencingi timun besar tempat kau berada, Anakku. Seharusnya kau terlahir sebagai perempuan, tapi jadinya begini.” Timunnya tempat keramat? atau apa, Bang? hehe

    • riga berkata:

      ini kan ceritanya si Timun Mas lahir dari ….ya timun. 😀 | Kisah aslinya si raksasa memberikan bibit timun kepada pasangan yang udah lama mendambakan anak. Syaratnya, saat usia si anak 17 tahun, mesti mau dijadikan istri. Nah, saat usia si anak 17 tahun, orangtuanya menolak hingga si raksasa marah.

      eh, apa baiknya dicantumkan juga ya versi aslinya, biar kayak the writers? 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s