[Cerita Anak] Putri Ochna dan Pengkhianatan Menteri Lutea

peri

sumber

Penduduk Kerajaan Myria sedang bersedih hati. Ratu kesayangan mereka, Ratu Gladiola sedang terbaring lemah di peraduan. Sudah dua minggu sakit yang mendera membuat tubuhnya tak mampu beranjak untuk mengurus negeri. Tabib kerajaan, Peri Rugosa telah berusaha mencari obat ke seluruh penjuru kerajaan, tapi belum berhasil mengobati penyakit misterius Sang Ratu.

Pagi ini Ochna bersama dua pengawal pribadinya sedang terbang menuju ujung kerajaan mereka yang berbatasan dengan Kerajaan Hopper yang dihuni para belalang. Satu-dua pengaduan tentang gangguan Kerajaan Hopper telah sampai ke telinga Ochna yang mengambil alih sebagian tugas Ratu untuk mengurus negeri. Dia sendiri yang akan mencari tahu kebenaran kabar itu. Dengan memakai pakaian rakyat biasa, tiga peri itu mengangkasa.

Selagi terbang Ochna teringat keadaan Ratu. Terbayang kembali ucapan Rugosa sebelum berangkat.

“Sang Ratu diracun, Putri.”

Oleh siapa?

“Putri, kita sampai.” Suara pengawalnya menyadarkan Ochna. Sayapnya mengepak perlahan lalu hinggap di ranting rendah sebuah pohon. Ladang bunga-bunga tampak indah. Tapi mengapa tak ada yang bekerja?

“Pengawal, tanyakan pada penduduk, apa yang sedang terjadi?” Belum sempat pengawalnya terbang, satu peri pekerja muncul menyongsong.

Sesudah memberi salam, peri tersebut berkata, “Hamba hendak melapor, Putri.”

“Apa yang terjadi, Bibi?”

“Putri Ochna, kami semua ketakutan.”

Ketakutan?

“Benar, Putri. Kabarnya hari ini pasukan Kerajaan Hopper akan menyerbu. Kami semua sudah bersembunyi sejak kemarin.”

“Mengapa tak ada yang memberi kabar ke istana?”

“Sudah, Putri. Kami sudah mengirim utusan untuk menemui Menteri Lutea. Tapi entah mengapa belum juga ada pasukan yang datang kemari. Dan…” Bibi Peri menelan ludah.

Ochna memajukan tubuhnya. “Dan?”

“…. kabarnya Menteri Lutea terlibat dalam hal ini.”

Ochna terperanjat. Menteri Lutea berkhianat? Apa yang akan terjadi saat pasukan Kerajaan Hopper menyerbu? Oh, alangkah ngerinya! Penduduk Kerajaan Hopper terkenal kejam. Jika mereka menyerbu, pasti mereka akan merusak semua bunga indah di negeri ini. Mereka akan memakan tiap helai daun, kelopak bunga, bahkan batang. Seluruh tanaman akan rusak. Jika tanaman –tanaman rusak, maka tak akan ada serbuk sari yang bisa dikumpulkan, tak ada debu bintang, dan tak ada embun segar. Penduduk negeri Myria akan mati!

Ochna berseru. “Pengawal, kita harus kembali ke istana!”

Bibi Peri berseru. “Sebentar bibi ambilkan bekal, Putri. Serbuk sari bunga matahari yang dicampur embun mawar serta debu bintang akan memberi kekuatan bagi Putri.” Bibi Peri melesat menuju rumahnya. Sejenak kemudian dia kembali dengan sebuah bungkusan.

Ochna menerima bungkusan kecil dari Bibi Peri. Saat akan terbang tiba-tiba terdengar suara riuh.

“Pasukan Kerajaan Hopper sudah mendekat, Putri. Lekaslah kembali ke istana!”

“Bibi segera beritahu penduduk untuk mengungsi.” Ochna berpesan sebelum melesat kembali ke istana.

Ketika Ochna tiba di kamar ibundanya, dia tekejut. Menteri Lutea sedang berdiri bersama Peri Roscia, pembantu kepercayaan Rugosa. Beberapa pengawal kerajaan bersiaga. Wajah Rugosa pucat ditodong senjata, tapi wajah Menteri Lutea dan Peri Roscia dipenuhi senyum jahat.

“Apa yang kau lakukan?” Ochna berteriak sambil menghambur ke ranjang. “Ibunda Ratu tak apa-apa?”

Ratu Gladiola mengangguk lemah. Pandangannya tajam tertuju pada Menteri Lutea.

“Jadi, kalian yang selama ini bersekongkol meracuni Ibunda Ratu! Lutea! Roscia!” teriaknya marah.

Menteri Lutea terbahak. “Tentu saja, Manis. Akhirnya kesempatan menguasai Kerajaan Myria datang juga. Sebentar lagi pasukan Kerajaan Hopper akan menguasai negeri ini, dan aku akan jadi raja!”

Ketika Menteri Lutea dan Peri Roscia tertawa terbahak, Ochna melihat kesempatan. Diliriknya para pengawal. Mereka segera paham. Ochna meraih serbuk ramuan dari kantung bajunya. Serbuk itu dia lemparkan ke wajah Menteri Lutea, Peri Roscia dan pengawal kerajaan.

“Arrrghh..” Mereka semua berteriak sambil menutup mata yang memerih. Ochna bergerak cepat. Dia melesat ke arah Peri Roscia dan memelintir tangan peri jahat itu. Peri Roscia tak berkutik. Begitu juga dengan pengawal kerajaan yang membelot berhasil dilumpuhkan oleh pengawal pribadi Ochna. Tapi Menteri Lutea berhasil kabur! Semula Ochna akan mengejar menteri jahat itu tapi kepak sayapnya terhenti ketika teringat ibundanya.

“Ibunda, minumlah ramuan ini.” Ochna menyuapi ibundanya dengan ramuan yang diberikan Bibi Peri. Ajaib! Beberapa saat kemudian wajah Sang Ratu kembali merona segar.

“Ochna, ramuan apa itu?” tanya Rugosa keheranan. Ochna menceritakan resep yang diberikan Bibi Peri.
Rugosa terperanjat!

“Astaga! Itu adalah resep obat rahasia yang telah lama hilang! Jika digabung dengan ramuan yang sudah kubuat, pasti Sang Ratu akan segera sembuh!”

Rugosa meminta sisa ramuan yang ada pada Ochna dan mencampurnya dengan ramuan yang telah dia buat. Sejenak mangkuk ramuan itu memendar terang. Rugosa tersenyum puas.

“Ratu, minumlah obat ini.” Rugosa menyerahkan mangkuk ramuan kepada Ochna. Ochna membantu menyuapkan obat itu. Setelahnya Ratu berbaring sejenak untuk menyerap khasiat obat. Tak menunggu lama dia merasa semua kekuatannya kembali pulih.

“Putriku, aku telah sehat kembali!” serunya girang. Semua yang ada di ruangan tersenyum lega.

Tiba-tiba Ochna teringat sesuatu. “Tentara dari Kerajaan Hopper tengah menyerbu ke mari, Ibunda Ratu. Kita harus mencari cara untuk mencegah mereka menghancurkan kerajaan.”

Ratu Gladiola tercenung. Apa akal?

Rugosa mendekat. “Hamba tahu ramuan ampuh untuk mengusir mereka, Ratu.”

Ratu Gladiola tersenyum senang. “Kita akan mempertahankan kerajaan ini.”

****

Prajurit peri dipimpin oleh Putri Ochna terbang dalam jumlah sangat besar menuju perbatasan. Di tiap pinggang mereka ada sekantung ramuan racikan Tabib Rugosa. Ochna teringat perkataan Paman Tabib.

“Para belalang tidak tahan dengan tembakau busuk yang dicampur daun sirsak. Kita jadikan serbuk semua bahan itu lalu kita taburkan ke atas mereka. Pasti mereka akan ketakutan dan kembali ke kerajaan mereka.”

“Tebarkan bubuk itu!” Perintah Ochna.

Segera saja udara dipenuhi serbuk putih kehijauan yang terbang ditiup angin menuju ke arah pasukan belalang. Beberapa saat kemudian terdengar teriak kesakitan dari para belalang. Kepanikan melanda. Mereka berhamburan kembali ke wilayah Kerajaan Hopper.

Di tengah kepanikan, mata Ochna menangkap satu sosok yang berusaha terbang di tengah kekacauan. Menteri Lutea!

“Tangkap Menteri Lutea,” teriaknya. Para prajurit segera melaksanakan perintah. Menteri Lutea tak mampu kabur. Sebagian sayapnya robek terkena cakar belalang yang berlarian panik kesana kemari. Menteri Lutea pasrah dibawa ke istana untuk mendapat hukuman.

Setiba di istana, kedatangan Ochna dan para prajurit disambut gembira. Ratu tersenyum lega. Dia memeluk Putri Ochna demikian erat.

“Terimakasih Putriku. Berkat bantuanmu kerajaan kita selamat.”

Putri Ochna tersenyum. “Jangan lupakan jasa Paman Tabib, Ibunda Ratu. Juga jasa seluruh rakyat kita.”

Hari itu seluruh penghuni Kerajaan Myria bersukacita merayakan kemenangan mereka. Kedamaian dan kesejahteraan masih terus mereka nikmati untuk waktu yang lama.

999 kata.

Iklan

3 thoughts on “[Cerita Anak] Putri Ochna dan Pengkhianatan Menteri Lutea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s