[Flashfiction] Menuju Ovum

foto : bisnisonlinenews.blogspot.com
foto : bisnisonlinenews.blogspot.com

Ledakan besar! Sebuah semburan dahsyat! Kami beramai-ramai melompat, berlari cepat seolah jarak bisa dilipat. Di kanan kiri kulihat teman-temanku saling berlomba. Gerakan mereka begitu gesit. Tangkas! Sebentar saja aku sudah tertinggal.

“Hei, ayo bergegas!”

Kutolehkan pandangan pada teman yang menegurku sambil berusaha berlari secepat-cepatnya. Tapi cacat kecil di ekornya membuat larinya sedikit tersendat. Kulirik ekorku, bentuknya juga tak sempurna. Sebagian besar kawan lain memiliki ekor sempurna sehingga mereka lebih kuat dan mampu berlari secepat kilat.

“Hosh..hosh..” sebentar kemudian kudengar napasnya mulai sesak. Dia berhenti, aku menjajari langkahnya.

“Sudahlah, tak usah dipaksakan. Kita tak akan sampai duluan. Biarkan saja mereka yang mendapat gadis cantik bertubuh bulat itu,” kataku pada si kawan.

Dia mengangguk. Berdua kami berjalan santai menyusuri lorong panjang. Sebagian besar temanku sudah tak kelihatan.

“Apa kau tahu dimana kita sekarang?”

Si Kawan mengendus-endus. Sniff…sniff…

“Aku tak tahu. Di sini tak wangi, juga tak bau.”

“Wangi? Bau?”

“Ah, jangan bilang kau tak tahu. Kalau wangi artinya tujuan perjalanan kita sudah benar. Gadis cantik itu ada di ujung lorong. Nah, kalau bau…”

Si Kawan menggantung kalimatnya lalu menyeringai. Sedetik kemudian aku pun paham. Berdua kami terbahak keras.

“Ah, bisa saja kau Kawan.” Kutepuk punggungnya setelah menghapus air mata dari sudut penglihatanku. Kami terus berjalan menyusuri lorong.

“Eh, berhenti!” seruku.

“Ada apa?”

“Lihat!” Kutunjuk sebuah genangan besar berwarna kehijauan yang mengalir perlahan ke arah kami. Di permukaannya samar-samar kukenali jasad beberapa kawan yang tadi meninggalkan kami. Mereka telah mati! Kami terpaku di tempat.

“I…i…itu….” kawanku menuding sambil gemetar.

Kutolehkan tatapan padanya. Serempak kami berteriak. “ASAM LAMBUUUNG!! LARIII!”

Cerita di atas dikembangkan dari fiksimini RT @nafriyrrah: BERGERAK MENUJU OVUM. “Masih lama, kita masih di leher.”

NGASIH HADIAH : SEPTEMBER BAHAGIA by Harry Irfan

67 komentar pada “[Flashfiction] Menuju Ovum”

  1. Oldpost. Masih boleh ketawa gak, Bang? :)))))
    ketawa terutama sama komennya Uda Sulung. *ngakak sampe lebaran*

  2. Makhluk-makhluk sejenis Jiah sama Pak Guru Sulung kayaknya belom kenalan sama yang beginian ini wuakakakakakakakaakakakkk *ngglesot di lantai ngakak*

    Jiaaahhh.. sini, ta ajarin!
    Kalo Pak Guru ga berani akuh… 😆

  3. Komandan sperma: “go go go go !”
    sperma 1 : “stick together!!”
    sperma 2 : “get in position!!”
    sperma 3 : “regroup team!”
    sperma 4 : “TEAM FALLBACK!! TEAM FALLBACK!! IT’S BLOWJOB!!!!!!!!!”

  4. Ternyata, aku yang udah punya anak 2 aja masih senasib sama Sulung -__- baru ngerti pas baca komen :D, tapi ceritanya cakep, kreatip 🙂

  5. Ahahaha
    kirain bau karena ada feses ijo yang keluar, karena sebenarnya si gadis cantik bertubuh bulat itu ndak pernah ada. Jeng jeng!
    *lebih horor*

    1. Meellll, ayo tolong bantu jawab pertanyaan iniiii….. :p
      ehem….baiklah… Petunjuknya ada di fiksimininya Harry Irfan. Terutama pada kata “jauh” dan “leher”. Demikian, semoga membantu. *senyum manis.

      1. aku ngertinya leher rahim, baaang 😆
        mbok tolong dijelasken, yang namanya ilmu pengetahuan itu ga boleh ditabukan, lho. :mrgreen:
        e tapi jadi mikir, apa para sperma salah mengira kalau mereka berada di lambung tapi sebenarnya yang mereka temukan itu cairan di vagina?

        1. baiklah, baiklah. Langsung saja ya penjelasan dari abang. Dalam cerita ini sperma tidak dikeluarkan di dalam vagina melainkan di mulut (oral seks). Demikian, Lung. 😉

                  1. hehe ternyata begitu to? tadi aku tertarik gara2 komen di fb.. habis baca ngekek sendiri.. tokohnya lucu.. aku kyak lihat bocah imut2 pada main hehe

                    aku awalnya jg mikir emang vagina nyambung sama lambung?

                    ya.. elah.. ternyata gitu bang? 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s