[Flashfiction] Cinta Sejati

foto : tatacinta.com

foto : tatacinta.com

Siapakah pemilik sejatinya cinta?

Satu pertanyaan yang sama. Ribuan suara. Semua berdengung serempak di dalam kepala. Melly meremas rambut panjangnya. Matanya nanar menatap langit-langit kamar.

Tentu saja Tuhan!

Melly memejam. Satu wajah tampan terbayang di pelupuk. Melly tersenyum. Ah, wajah itu. Menerbitkan cercah senyum meski tak melihatnya langsung. Menimbulkan rasa sayang meski tangan tak bisa bertautan. Sebab sepasang tangan lain telanjur jadi pautan.

Jadi, salah siapa jika cinta di hati tumbuh untuk lelaki yang tak bisa dimiliki? Salah Tuhan?

Melly mengusap airmata yang tiba-tiba menderas di pipinya. Batin ini tersiksa, keluhnya. Kenapa aku tak bisa mencintai lelaki lain? Melly menggelengkan kepalanya kuat-kuat. Mencoba mengusir penat yang membebat benak. Usahanya sia-sia. Melly menyerah. Dia memejamkan mata. Pikirannya melayang-layang.

**********

“Melly, kamu kalau pakai baju panjang kelihatan lebih anggun, lho.”

“Beneran, Mas Aidir?”

Lelaki itu mengangguk. Melly tersipu. Dua hari lalu dia tak sengaja mencuri dengar percakapan antara Aidir dan temannya. Dan hari ini dia mendapat pujian. Oh, senangnya!

Hari berganti, Melly terus menabung mimpi. Mereka jadi sepasang kekasih dan bersanding hingga mati. Meski Aidir belum juga menyatakan cinta, Melly percaya, rasa yang sama ada di dalam dada pujaan hatinya.
Melly bersedia melakukan apa saja demi Aidir. Menemani lelaki itu begadang menyelesaikan skripsi. Hadir saat Aidir diwisuda. Bahkan meminjam uang orang tuanya untuk modal Aidir membuka usaha.

Satu pelukan dan belasan ucapan terimakasih. Cuma itu yang dia dapat ketika menyerahkan sejumlah uang. Tak pernah ada satu kali pun pernyataan cinta. Melly terus membujuk hatinya. “Meski bibir belum mengucap cinta, setidaknya perbuatan sudah menjelaskannya.”

**********

“Mas mau nikah? Sama gadis yang baru Mas kenal? Lalu aku?” gundah membuncah di dada Melly. Kepalanya terasa mau pecah. Lalu apa artinya semua kebaikan Aidir padanya selama ini? Candaannya? Perhatiannya?

“Kamu suka padaku, Melly?” tanya Aidir tak percaya ketika akhirnya Melly terpaksa mengungkapkan rahasia.

“Kamu nggak pernah menyadari?” Ah, sakitnya!

Aidir mengalihkan matanya dari pandangan Melly yang terluka. “Aku tak bermaksud membuatmu salah paham. Kamu teman terbaikku, Melly.”

Melly tertawa getir. “Cuma teman, Mas?”

Aidir mengangguk. Melly memegang tangan Aidir. Memohon. Merendahkan harga dirinya.

“Mas… Jangan menikah dengan perempuan itu. Menikahlah denganku. Aku akan mengabdikan hidupku buatmu, Mas.”

Aidir menghela napas. “Cinta tak bisa dipaksakan, Mel. Maafkan aku.”

Aidir bangkit dari sofa dan melangkah ke luar. Batin Melly terkoyak. Cinta yang demikian dalam, berubah jadi dendam.

**********

Lamunan Melly terputus oleh suara erangan samar dari kamar belakang. Bergegas dia menghapus airmata dan membenahi pakaiannya yang mengusut.

“Aduh, maaf! Aku lupa memberimu makan malam.”

Melly mengeraskan suaranya. Tangannya cekatan mengambil makanan dari lemari dapur. Tergesa menuju ke belakang.

“Mas suka rendang, kan?” Kaki Melly mendorong pintu. Sesosok tubuh kurus tampak di sudut kamar. Kakinya dipasung.

“Mas Aidir mau aku suapin?” Melly tersenyum sambil membelai rambut lelaki itu penuh sayang. Lelaki itu sedikit memberontak. Pengaruh suntikan penenang tampaknya mulai menghilang. Melly meletakkan piring berisi nasi dan lauk di samping lelaki itu, lalu bergegas keluar.

“Sepertinya di laci masih ada satu dosis lagi.”

Melly melangkah ringan. Di benaknya bermain kata-kata.

Jika cinta tak bisa dipaksa, biar saja hanya kumiliki raganya.

Iklan

101 thoughts on “[Flashfiction] Cinta Sejati

    • riga berkata:

      apaaah? minta diajarin? nggak salah? aku tuuh yang mestinya minta diajarin. 🙂 | *tersanjung baca pujian mas Sigit. 🙂

  1. dicko (@dicko_andika) berkata:

    Sadis, psycho…ini kamu banget ya #eh. :D.
    Bang, buat cerita yg cowonya sadis dong, masa cewe terus yg antagonis. Gak rela kalo cowo terus yg dizolimi.

    Pernah ada ya satu cerita kemaren itu yg si cowo mau dijadiin wali nikah ya. Tapi coba lagi ya :D. Request ya, buat FF yg cowonya sadis tapi gak kejam :D. Yg psycho bagettt…yg gw banget #eh

    • riga berkata:

      hehehe, cewek kan biasanya diceritakan lemah, nah dalam cerita ini aku maunya bikin penegasan kalau cewek pun bisa gelap mata karena cinta. Thanks yah udah komentar, soal cerita ttg cowok sadis tapi nggak kejam (ini gimana maksudnya yah?) kalau dapat ide bakal segera ditulis. 🙂

      • dickoandika berkata:

        iya, jadi ceritanya si cowo ini sadis banget dari dalem, tapi dari luar dia itu let say nerd lah atau pendiem :D. yah..something like that :D. Pokoknya sadis tapi gak kejam 🙂 *ditodongpistol

  2. _menikdp berkata:

    seperti kata pat kay “sejak dulu begitulah cinta, deritanya tiada pernah berakhir” wekekeke 😆

    perempuan kalau udah demi cinta mah jadi sadis euy 😛

  3. Carra berkata:

    Bang Riga ama Mas Ryan itu beneran kaya orang pacaran. Mojok mulu yaaa… *lospokus*

    *kabur sebelom ditimpuk 2 pria* ~ ~ \(!!˚☐˚)/

  4. ranny berkata:

    Berasa lagi nonton episode CSI, criminal mind..
    Well, kata Michael Buble : crazy little thing called love..
    *puk puk melly*

    Gag silent reader neh :p hihihihihi

    • riga berkata:

      begitulah cinta…deritanya tiada akhir. Tapi entah kenapa aku bisa mengerti perasaan “tokoh antagonis” sebuah film yang rela berbuat apa saja demi memenangkan hati pujaannya bahkan dengan “kejahatan”.
      Makasih udah mampir ya Linda. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s