[Flashfiction] Reuni Dua Lelaki

foto : kompasiana

foto : kompasiana

Jerry melangkah mantap memasuki pelataran Max Plaza. Sebelum melewati pintu berputar dia menyempatkan diri memeriksa tampilannya. Rambutnya tertata rapi, kemeja putih dan jaket keren, jins hitam serta sepatu cokelat mengilat. Siip. Kepercayaan diri Jerry membuncah.

Pintu lift terbuka di lantai lima. Tepat di depan lift Jerry melihat seseorang melambai dari balik dinding kaca sebuah kafe. Itu Rama! Jerry balas melambai lalu bergegas memasuki kafe.

“Hai! Gimana kabarnya?” Jerry mengulurkan tangan. Rama menyambut.

“Seperti inilah.” Rama memberi isyarat coba-lihat-tampilan-gue-sekarang. Di meja ada dua buah ponsel keluaran terbaru.

“Tambah makmur kau sekarang, ya?” Jerry tersenyum. Dilihatnya tubuh Rama yang dibalut kaus polo dan celana kain sekarang sedikit tambun.

“Mau pesan apa?” tanya Rama sambil menyodorkan buku menu.

Jerry melirik deretan menu makanan dan minuman serta harga yang tertera. “Iced lemon tea saja. Sore-sore begini enaknya minum yang dingin.”

Rama tersenyum, tangannya melambai memanggil waiter. “Iced lemon tea dua ya.”

“Makanannya apa, Pak?” tanya waiter.

“Nanti saja,” sahut Rama.

Setelah waiter berlalu, Jerry berkata, “Gimana bisnismu sekarang?”

Rama tertawa kecil. “Yah, lumayanlah. Bengkel dan toko aksesoris mobilku yang ketiga sebentar lagi dibuka. Tapi belum tahu kapan persisnya.”

Pembohong!

“Kalau usahamu gimana, Jer?” tanya Rama sambil mengaduk minuman yang baru diantarkan waiter. Jerry menghirup pelan minumannya sebelum menjawab.

“Sedang merintis bisnis real estate. Kamu tahu kan, prospeknya cerah sekali. tinggal menunggu persetujuan kredit dari bank lalu … boom … Cakra Residence milik Jerry Prakasa akan segera dibangun.”

Jerry tertawa jumawa. Rama melirik sinis.

Ngibul!

“Sudah berapa lama ya kita nggak ketemu? 10 tahun? Kau masih sama Lidya? Berapa anakmu?” berondong Rama.

Jerry mengibaskan tangan. “Nggak, aku kawin sama cewek lain. Lama-lama pacaran baru aku tahu sifat aslinya Lidya. Norak dan manja!”

“Padahal dulu kalian pasangan yang serasi sekali ya?”

Sama-sama norak!

“Tapi kuharap kau sudah tidak sakit hati lagi padaku. Bagaimanapun dulunya Lidya itu pacarmu, Ram.”

Rama tertawa. “Sudah lama aku lupain dia. Nggak level.”

Keduanya kini terbahak.

Nyaris satu jam berlalu ketika tiba-tiba Jerry melirik jam di tangan lalu menepuk dahinya.

“Astaga! Aku lupa ada janji ketemu bankir. Biasa, ngelobi biar urusan mulus. Soalnya nanti malam aku kembali ke Langsa. Eh, sudah, biar aku yang bayar.” Jerry bergegas memberi isyarat pada waiter ketika dilihatnya Rama hendak mengeluarkan dompet.

Huh, belagu! Cuma iced lemon tea!

“Oh ya, kau pulang naik apa? Kebetulan mobilku sedang di bengkel, jadi aku naik taksi,” ujar Jerry.

Siapa juga yang minta nebeng?

“Ah, aku masih lama. Ada janji dengan kolega,” Rama tersenyum.

Setelah menyalami Rama, Jerry turun menggunakan lift. Rama mengawasi sambil memegang gelas minumannya. Setelah jeda yang begitu lama, lelaki itu menghabiskan isi gelasnya dengan sekali tegukan. Rama bergegas menyusul. Di lobi depan dia melihat Jerry memanggil taksi.Ketika taksi mulai berjalan, Rama berlari ke luar. Dia terbahak dalam hati ketika melihat taksi berhenti seratus meter dari plaza dan Jerry ke luar lalu menaiki angkot.

“Sok sukses lu!”

Tepat pada saat itu ponsel Rama berdering.

“Iya..iya..motor dan hapenya sebentar lagi aku kembaliin. Nggak sabaran amat sih!”

Sambil tetap menggerutu, Rama berlalu menuju parkiran.

498 kata.

Iklan

79 thoughts on “[Flashfiction] Reuni Dua Lelaki

  1. vinnyym berkata:

    Masing-masing ingin terlihat lebih hebat dari yang lainnya. Walau mesti berbohong, yang penting harga diri mesti tetap tinggi! Haha. Menarik ceritanya, mas 😀

  2. me_mimimaria berkata:

    Lalu dari belakang Rama Lidya pun ngakak berguling-guling…. Syukurlah aku nggak jadi sama kalian berdua! Tukang ngibul!

    • riga berkata:

      kepikirannya sih di Medan, tepatnya Sun Plaza. Tapi biar makin fiktif, ya diganti aja nama Plazanya. Hehe.
      Btw, donlotan Grey’s Anatomy dan Desperate Housewives dah kelar kan? InsyaAllah pas ke banda (someday) mau minta sama Dika. Hehehe.

    • riga berkata:

      saya juga senyum-senyum sendiri ngebayangin karakter Rama memberi isyarat semacam itu. Hehehe. | Makasih udah mampir yah Mbak Linda. 🙂

    • riga berkata:

      kebetulan di aceh sedang ‘meugang’ yaitu sehari sebelum mulai puasa, jadi orang-orang yang datang ke kantor juga sedikit. Jadi kerjaan berkurang, deh. | Makasih yah udah mampir 🙂

  3. Yati Rachmat berkata:

    Hihihii…lucu ya, pertemuan dua lelaki yang “sok gengsi”, di bela2in tuh ampe “ngibul” segala. Bagus alur ceritanya, tapi keknya Ariga sama deh ma bunda, suka ada aja yang kurang tanda-bacanya. Tunggu komentar Cikgu qt ya.

    • riga berkata:

      Tanda bacanya yang mana ya, Bun? Kasi tahu dooong, mau segera diperbaiki nih.. 🙂 | Makasih udah mampir, Bundaaaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s