[Cerita Misteri] Perjanjian dengan Iblis

Taeyang_Big_Bang-_Teaser_Foto_Misterius

Nurma terbaring lemah di lantai. Seluruh tubuhnya terasa perih. Nurma merasa ingin segera mati.

Krauss….krauss…

Suara itu sungguh membuatnya merinding. Dalam nyeri yang teramat sakit, pikirannya kembali ke masa sepuluh tahun lalu. Saat semua hal ini dimulai.

“Saya ingin kaya, mbah. Saya bosan hidup miskin!”

Mbah Roso menatap tajam perempuan sederhana di depannya. Nurma cukup manis dan tubuhnya sintal.

“Hmmm..Kau tahu kalau syaratnya berat, kan?”

Nurma mengangguk.

“Jika lalai, kau harus membayar dengan tubuhmu.”

Nurma menghela napas.

“Bersedia, mbah!” Nurma menjawab mantap. “Demi kekayaan,” sambungnya dalam hati.

Mbah Roso menyerahkan bungkusan kain mori. “Tanam di sudut kamar setelah ditetesi darahmu. Puasa mutih selama empat puluh hari. Setelah itu bongkar tanah tempat kau tanam kain ini. Makhluk gaib akan memberi kekayaan. Ulangi lagi setiap kau menginginkan harta.”

Nurma manggut-manggut. “Ada syarat lain, mbah?”

“Tiap malam purnama, sembelih ayam cemani. Siram darahnya di atas kuburan kain mori ini.”

“Nggak pakai ini, mbah?” Nurma memberi isyarat dengan tubuhnya.

Mbah Roso tersenyum ganjil. “Semua ada waktunya.”

**********

Nurma bahagia. Dalam waktu sebentar, dia sudah menjadi orang terkaya di kampungnya. Tetangga boleh saja berbisik kanan-kiri, tapi Nurma tak peduli. Dia sudah punya banyak uang. Rumahnya kini adalah rumah paling mentereng. Apalagi bulan depan dia akan menikah dengan Mas Bambang, bujangan paling ganteng di kampung. Satu-satunya yang memiliki gelar sarjana. Selang setahun, bayi pertama Nurma lahir.

**********

Krausss….krausss..

Nurma mengernyit nyeri. Rasa sakit itu kian menjalar ke seluruh tubuh. Nurma ingin segera mati. Seperti anak pertamanya. Juga anak-anak Nurma yang berikutnya.

Setelah kematian tak wajar anak pertamanya yang baru berusia setahun, Nurma yang berduka mendatangi rumah Mbah Roso. Dia ingin mendapat penjelasan, apa yang sebenarnya terjadi. Tapi Nurma tak berhasil menemui dukun tua itu.

“Sudah mati dibakar warga!” cetus seorang perempuan dengan ekspresi geram. Nurma terpukul.

Anak kedua…ketiga…keempat….

Suami Nurma kehilangan kesabaran. Mereka bertengkar hebat. Untuk pertama kalinya Bambang menampar Nurma.

“Ini pasti akibat pesugihan yang kau lakukan!”

Nurma menangis. Di sela isaknya dia menjawab. “Mas kan juga tahu kalau aku punya pesugihan. Kenapa Mas mau kawin dengan aku?”

Bambang berteriak gusar. “Kau bilang syarat yang diminta dukun cuma puasa mutih dan darah ayam cemani, kan? Kau tidak bilang makhluk itu meminta nyawa anak kita! Sekarang dukun itu sudah mati. Siapa yang akan menghentikan kutukan ini?”

Bambang tiba-tiba bangkit dari sofa dan berjalan ke luar rumah.

“Mas, mau ke mana?” tanya Nurma cemas.

“Aku mau pergi!” Bambang menjawab ketus,  “dan jangan cari aku!”

Sia-sia Nurma memohon. Bambang telanjur pergi dengan mobil yang dibelikan Nurma setahun lalu. Nurma tersedu di ambang pintu.

**********

Krauss…krausss..

Entah sudah berapa kali Nurma pingsan dan ketika tersadar telinganya masih saja mendengar suara itu. Saat membuka mata, wajah Bambang melintas di pelupuk. Ah, mestinya dia biarkan saja lelaki itu pergi. Tidak perlu dia habiskan waktu mencarinya hingga meninggalkan rumah berbulan-bulan. Hingga dia melupakan kain mori yang dia tanam di sudut kamar. Kain mori berisi makhluk iblis. Makhluk bertaring yang kian lama kian haus darah.

Makhluk itu sekarang sedang memamah daging dan menghirup darah Nurma. Nurma rasanya ingin segera mati. Sekarang juga!

Krausss…kraussss…

500 kata.

http://

Iklan

50 thoughts on “[Cerita Misteri] Perjanjian dengan Iblis

  1. _menikdp berkata:

    lama gak nengok blog abang gara-gara lagi pulkam 😦
    kraus kraus jadi laper ik mbayangin yang krispi-krispi di-kraus kraus dengan lahapnya 😀

    • riga berkata:

      cukup lah kalo dia diceritain sebagai bujangan paling keren di kampung. gak perlu kan diceritain ttg betapa tampan wajahnya dan betapa keren tubuhnya. hehehe.

  2. Miss Rochma berkata:

    sebenarnya seh, kraus kraus itu sudah ketebak sejak liat gambarnya. tapi karena kamu menyampaikannya enak, jadinya nggak peduli deh udah ketebak di awal. 🙂

  3. irfanaulia berkata:

    ‘Krauusss’…? Berarti daging Nurma crispy juga ya xD
    Keren Bang! Horornya dapet banget. Tapi terlalu detil nih….
    Jangan-jangan… *diguna-guna*

    • riga berkata:

      kayaknya sih enak…hehehe.

      tenang, Fan, detil itu penting. biar pembaca percaya.
      *sembunyiin bungkusan kain mori.
      thanks udah mampir yaaa 🙂

  4. rinibee berkata:

    Ngilu sih tapi ceritanya tetep kereenn!!

    Jadi itu senyum ganjilnya karena ada waktunya tubuhnya dikremus si makhluk kain mori.. 😦

    Serem.. :((

  5. momzsky berkata:

    Sialan nih ceritanya, di segmen pertama ada dialog :

    “Nggak pakai ini, mbah?” Nurma memberi isyarat dengan tubuhnya. Mbah Roso tersenyum ganjil. “Semua ada waktunya.”

    Udah ngarep-ngarep, eh nggak tahu nya Mbah Roso keburu mokaat. Hiiih!! di tungguin juga.

    HAHAHAHAHAHA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s