[Cerita Hati] Melepas Bunda

pada bunda

Rasanya mendapat telepon dari adik yang meraung-raung mengabarkan ibunda tercinta meninggal dunia padahal baru dua hari lalu kami berjumpa dan dia baik-baik saja, itu…..

Rasanya terburu-buru mencari tumpangan, dioper bolak-balik, memohon pada supir agar mempercepat laju tapi tak dipenuhi, itu…..

Rasanya memandangi wajah ibunda yang terpejam setengah-seolah menantimu datang- lalu menyadari bahwa ia tak kan menatapmu lagi, itu….

Rasanya mencium pipi dan kening jenazah ibunda, dan tahu ia tak kan pernah lagi menciummu balik seperti biasanya, itu…

Rasanya berdiri di hadapan jenazah ibunda, mengangkat tangan dan bertakbir, berdoa pada Sang Mahacinta demi keselamatannya di akhirat sana, itu…..

Rasanya memeluk tubuh kaku ibunda, membopongnya masuk keranda, menyelimutinya dengan kain panjang setelah menatap untuk terakhir kali, itu..

Rasanya mendengar imam kampung meminta maaf untuk ibunda atas segala kesalahan pada tetangga, itu…

Rasanya memikul keranda berisi tubuh kaku ibunda menuju pemakaman, terseok tergesa, itu…

Rasanya menurunkan jenazah ibunda ke liang kubur, menatap jasad berbungkus kafan untuk terakhir kali, menimbuninya dengan tanah, itu…

Rasanya aku dan kamu akan setuju, seandainya bisa, tak ingin kita rasakan rasa semacam itu.

Ketika aku ingat betapa erat pelukannya saat terakhir kami berjumpa, betapa mesra ciumannya di dahi dan pipi…

Ketika aku tahu, ia sempat menunaikan janji terakhir membelikan baju untuk cucu-cucu…

Ketika aku tahu ia sempat juga berwasiat tentang ini-itu agar anak-anak tak berseteru tentang sesuatu…

Ketika aku tahu, beberapa waktu sebelum akhir hayatnya, ia sempat berganti baju kesayangan, dan tidur dengan tenang …

Ketika aku tahu, sebelum napas berhenti ia sempat mengucap ‘lailaahaillallah’ dan bersedekap di dada…

…di antara tangis tanpa air mata, aku tersenyum bahagia. Semoga khusnul khatimah akhir hayatmu Bunda. Doa kami untukmu sepanjang usia kami.

Aku mencintaimu, Bunda. Selamanya. :’)

(Selasa, 7 Mei 2013, pada hari yang sama saat kepergian Bunda)

**

Cerita tentang hari terakhir ayah ada dalam kisah Titip Rindu Buat Ayah

Iklan

12 thoughts on “[Cerita Hati] Melepas Bunda

    • Attar Arya berkata:

      makasih, Dian.. 🙂
      *aku juga pernah tulis perihal ‘hari ibu’. Kalo ga salah judulnya ‘aku sayang bunda’. Ya, aku setuju, tiap hari (bisa jadi) hari ibu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s