[Cerita Misteri] Kembali Dari Kematian

voodoo doll

“Mathani, kau yakin?”

Aku memandangi tubuh kurus Ma di tempat tidur. Perempuan yang melahirkanku tampak menderita karena kanker yang menggerogoti tubuhnya. Dokter di rumah sakit sudah menyerah.  Paling lama seminggu, kata mereka. Aku menghela napas.

Bokor, laksanakan saja. Semoga ini yang terbaik.”

Dukun tua bernama Sefu yang bermakna Pedang dalam bahasa Swahili hanya mengangguk.

“Besok kita mulai. Kuatkan hatimu mulai sekarang.”

***

Tiket pesawat London, Inggris – Kempton Park, Afrika Selatan sudah di tangan. Minggu depan aku akan pulang. Dadaku dipenuhi bayangan kebahagiaan.

***

Bokor Sefu menyiapkan ramuan di sebuah mangkuk tanah liat. Ramuan Bufo Bufo. Aku bergidik menyaksikan jemari kurus itu meletakkan  dengan hati-hati seekor katak Bouga beracun di sebuah wadah berisi seekor ular laut. Kedua binatang beracun itu saling memagut, lalu mati. Bokor menumbuk bangkai keduanya dalam sebuah lumpang kecil hingga halus, menambahkan beberapa ekor lipan, tarantula, biji tcha-tcha, daun pohon jambu monyet dan daun pohon bresillet.

Setelah selesai, Bokor menyerahkan adonan ramuan beracun itu padaku.

“Kuburkan selama dua hari,” perintahnya singkat.

***

Toko perhiasan di 23rd Fleet Street hampir tutup ketika aku tiba. Syukurlah mereka bersedia menerimaku. Kini, cincin berlian milik ibu yang kugadaikan nyaris lima tahun lalu sudah ada di tangan. Ibu pasti akan senang mendapatkan cincinnya lagi.

***

Aku berlutut di depan foto ayah. Lelaki itu sudah meninggal sepuluh tahun silam, tapi tetap saja aku memerlukan restunya. “Vader, mungkin kau tak setuju. Tapi ini pilihan terbaik saat ini. Untuk aku, untuk Abrafo. Aku tak bisa menghancurkan hatinya.”

Bokor berdeham keras. Aku menoleh.

“Aku akan mulai sekarang. Jika kau tak tahan melihatnya, keluar saja.”

Kutatap tegas wajah berkerut dukun di hadapanku. “Aku sanggup.”

Bokor tak menjawab. Tangannya meraih sesendok ramuan racun yang telah kubongkar tadi.

“Pegangi ibumu. Keraskan hatimu.”

Bokor membuka paksa mulut Ma. Sendok kayu dia masukkan ke dalam. Sejenak tak ada reaksi. Lalu sesuatu yang mengerikan terjadi di depan mataku. Tubuh Ma meronta-ronta kesakitan. Bokor menekan mulutnya dengan erat. Ma berusaha menggeliat, tapi tenaganya sangat lemah. Tubuh Ma mengejang dan membiru. Mata Ma membelalak tepat ke arahku. Lalu mata mata yang dulu indah itu perlahan mengabut. Mati. Aku menangis dalam hati.

“Kuburkan dia sekarang!”

***

Aku pulang! Hari ini aku pulang! Rasanya ingin kusuruh pilot menerbangkan burung besi ini sekarang. Hahahahaha. Aku menertawakan diri sendiri. Rasanya aku bertingkah seperti anak kecil saja.

***

Ma duduk di depan kami. Tatapan matanya kosong. Bokor sudah menghardiknya dengan keras berkali-kali. Ma sekarang jadi penurut. Dua hari lalu kami menggali kuburannya. Dengan ramuan adonan tebu, ubi dan timun zombie, Bokor berhasil membangkitkan Ma dari koma. Otak Ma kini sudah rusak, tapi ia akan terus hidup. Bokor yang akan mengendalikannya.

“Sauda, kemari! Urus Ma, mandikan dan beri dia pakaian yang bersih!” Istriku menurut.

***

Rasa pegal karena duduk empat belas jam di pesawat dan dua jam di taksi sewaan sirna ketika kulihat rumah sederhana kami di ujung jalan. Di depan pagar ada ouer broer menantiku.

Ouer Broer…”

Jonger Broer…”

Kami berpelukan erat. Menuntaskan rasa rindu. Dari belakang Ouer broer kudengar suara merdu memanggil.

“Abrafo.”

Aku mengangkat kepala. Perempuan itu ada di sana. Tersenyum.

Ma!”

499 kata (tidak termasuk keterangan)

Keterangan.

  1. Bokor adalah dukun atau pendeta voodoo yang bisa ‘menghidupkan’ kembali manusia yang sudah “mati”. Praktik yang sering terjadi di wilayah Afrika ini –umumnya- bertujuan untuk membuat manusia yang hampir mati bisa ‘dipergunakan’ sebagai tenaga kerja/ buruh di perkebunan. Manusia seperti ini lazim disebut sebagai “Zombie”.
  2. Cara kerja Bokor adalah dengan memaksa ‘calon zombie’ memakan Ramuan Bufo-bufo  yang dibuat dari bahan-bahan beracun  seperti katak Bouga, ular laut, lipan, daun tcha-tcha, dll yang bertujuan untuk mematikan saraf ‘calon zombie’. Bokor yang berpengalaman tahu dosis tepat yang tidak mematikan, hanya melumpuhkan.
  3. Penguburan dimaksudkan untuk memberi kesempatan ramuan tadi bekerja pada tubuh “calon zombie”.
  4. Setelah satu atau dua hari, ‘calon zombie’ yang sudah dikeluarkan dari kuburan akan diberi ramuan yang berasal dari campuran tebu, ubi, dan tanaman “mentimun zombie” (Datura Stramonium) untuk mengembalikan ‘kesadaran’ (sekarang disebut sebagai) Zombie.
  5. Selama beberapa hari, zombie akan ‘disiksa’ oleh bokor sampai akhirnya menuruti apapun keinginan Bokkor.
  6. Ma = Ibu.
  7. Vader = Ayah.
  8. Ouer Broer = Abang/Kakak
  9. Jonger Broer = Adik laki-laki

*sumber Internet.

http://

Iklan

11 thoughts on “[Cerita Misteri] Kembali Dari Kematian

  1. Mazmo berkata:

    Terlepas dari ada kata ‘di’ sebagai kata depan yang disambung, tapi ceritanya keren! Apalagi setting budayanya. Suka! 🙂

    • riga berkata:

      itu lah dia…kalo dikasi judul ‘kembalinya cincin ibu’ rasanya kamu juga setuju, cerita ini bukan tentang cincin. rasanya nggak pas aja. makanya aku bikin FF satu lagi yang rasanya mendekati tema itu. makasih brader.. 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s