[Cerita Pendek] Kamu Tahu Kalau Aku Tahu Kamu Selingkuh Kan Sayang?

selingkuh 2Sayang, aku belum punya bukti. Belum, tapi tunggu saja saatnya.

***

Wita membiarkan Anto menarik kursi untuknya. Ia memperbaiki bagian bawah roknya setelah duduk. Menatap dingin pada Anto yang memandanginya sambil tersenyum. Anto salah tingkah lalu memutuskan untuk duduk dan memanggil pelayan. Setelah mencatat pesanan mereka berdua, pelayan mengangguk dengan sopan dan berlalu.

“Jadi, kamu mengajakku ke sini untuk apa?” Kering suara Wita membuka percakapan.

Anto menelan ludah. “Ah, sayang. Kenapa ketus begitu sih?”

Wita tak menjawab. Hanya matanya yang menuntut diberi penjelasan.

“Baiklah. Aku mengajakmu ke mari agar kita bisa bicara dengan lebih enak. Dengan suasana yang nyaman, makanan lezat, dan musik yang….”

Wita menyela. “Anto. Langsung aja deh. Nggak usah muter-muter.”

Sekali lagi Anto menelan ludah. Jika Wita benar-benar marah, rencananya berbaikan akan gagal.

“Wita, “ Anto berkata pelan,” Aku ingin hubungan kita seperti dulu. Mesra. Nggak kayak sekarang ini. Dingin kayak  es.”

“Huh..”

“Iya, aku tahu ini semua salahku. Kanya memang bikin aku lupa diri. Tapi itu dulu, Wit. Sekarang aku udah nggak ada hubungan apapun dengan dia. Percaya deh.”

Anto menatap Wita dengan tatapan mengharap. Semoga saja Wita percaya, bisik hatinya. Wita juga memandang lelaki di depannya. Mencari kebenaran dalam mata kekasihnya. Ia ingin sekali percaya. Tapi sms yang sempat ia lihat dulu…

“Sayang, aku kangen….”

“Wita? Percaya kan sama aku?” Suara memohon Anto terdengar lagi.

Wita menarik napas panjang. “Baiklah. Aku akan coba percaya kamu lagi, Anto. Awas kalau kamu ternyata masih ada hubungan dengan Kanya.”

Wajah Anto berbinar. “Makasih, Sayang. Nah, aku ke toilet sebentar. Nih, aku tinggalin hp aku di sini. Aku percaya sama kamu karena kamu juga udah mau percaya aku lagi.”

Anto meletakkan smartphone milikknya di meja. Wita hanya melirik sekilas. Lalu tersenyum.

*****

Sambil mencuci tangan, berulang kali Anto menyakinkan dirinya. “Sudah bersih. Semua sudah dihapus. Tak ada bukti sama sekali.”

Dilihatnya pantulan wajahnya di kaca toilet. Senyum manis ia kembangkan. Wita pasti akan luluh dan melupakan masalah sms itu. Rasa percaya diri Anto meninggi. Ia membetulkan kerah kemeja biru mudanya ke luar dari toilet. Di meja, Wita masih duduk manis. Kini senyuman menghiasi bibir indahnya.

“Sudah selesai?”

“Sudah.”

“Ada sms masuk tuh,” kata Wita santai. “Tenang aja, aku percaya kamu kok. Aku nggak periksa siapa pengirimnya.”

Anto berusaha keras menata raut wajahnya agar tetap santai. Diraihnya smartphone dari atas meja. Ia sudah mengatur agar setiap sms yang masuk hanya menampilkan icon sms tanpa mencantumkan nama atau nomor pengirim. Dibukanya sms yang masuk itu.

“Sayang, kamu di mana?”

Kanya! Kenapa dia mesti mengirim pesan seperti itu pada saat begini? Pandangan mata Anto sedikit menyiratkan kegelisahan. Tapi Wita tak boleh tahu. Segera setelah menata emosinya, Anto memandang Wita. Yang ditatap bertanya dengan tak acuh. “Dari siapa?”

“Oh, sms dari operator. Biasa, ada promo apa gitu. Mau lihat?” Detak jantung Anto meningkat ketika menawarkan ke pada Wita untuk melihat sms yang baru ia terima.

“Ah, nggak usah. Buat apa?” Wita tersenyum.

Anto juga tersenyum. Lega. Ia telah memenangkan perjudian kecil ini. Anto mengantongi smartphone-nya.

Wita bangkit berdiri. “Aku mau ke toilet juga. Touch up.”

Anto mengangguk. Pandangannya mengikuti tubuh Wita hingga menghilang di balik pintu toilet restoran. Segera ia mengeluarkan benda pipih kotak dari sakunya. Membalas sms Kanya.

“Sayang, jangan sms dulu yah. Aku sedang barengan klien nih. Pokoknya rencana kita besok malam tetap jadi. Nanti aku jemput kamu. Dah, sayang.”

Bunyi bip-bip. Sebuah sms balasan. “Oke, Sayang. Mmmuuach.”

Kening Anto mengerut. Mmmuach? Tidak biasanya Kanya menjawab dengan kata ‘mmmuach.” Ah, Kanya sedang senang hati rupanya. Senyum kembali menghiasi wajah Anto. Bergegas ia hapus semua sms masuk dari Kanya dan sms balasan darinya. Tak lupa ia menghapus laporan pengiriman.

Wita telah selesai membereskan riasannya. Anto melihat dengan ekor matanya, tubuh ramping Wita ke luar dari toilet. Anto tersenyum. Wita membalas dengan senyum.

Beberapa saat setelah Wita kembali duduk, pelayan datang membawa pesanan mereka. Beef steak, salad, dan milkshake lezat siap disantap. Pelayan mempersilakan mereka menikmati hidangan. Wita mengucapkan terimakasih.

“Yuk, sayang. Kita makan.” Anto mempersilakan.

Tangan Wita terulur meraih gelas berisi milkshake yang tampak menyegarkan. Bibir gelas ia arahkan ke mulut sebelum kemudian tiba-tiba ia lemparkan semua isi gelasitu ke arah Anto yang sedang mengiris daging steak. Cairan putih membasahi hampir seluruh bagian depan kemeja yang dikenakan Anto. Anto terkesiap. Kaget bukan kepalang.

“Wita! Kamu apa-apaan sih?” Anto menekan kemarahan dalam nada suaranya. Orang-orang di dalam restoran sedang memandangi mereka berdua. Anto tidak ingin menambah ramai suasana.

“Itu masih kurang buatmu. Tukang selingkuh!” Suara Wita terdengar begitu dingin di telinga Anto. Lebih dingin dari cairan milkshake yang mengenai kulitnya.

“Selingkuh apalagi maksudmu? Aku udah jujur bilang semua ke kamu, kan?”

“Lalu, janji apa yang sudah kamu buat dengan Kanya? Mau ke mana kalian besok malam?”

Anto terperanjat. Dari mana Wita tahu? Anto tetap berusaha tenang. “Kamu jangan mengada-ada, Wita. Aku nggak punya janji ke mana-mana besok malam. Mana buktinya?”

Semua sms sudah aku hapus…

“Oh ya?” Alis mata Wita terangkat sebelah. Bibirnya menyunggingkan senyum sinis. “Biar aku buktikan,” sambungnya.

“Silakan.”

Wita mengeluarkan ponsel miliknya dari dalam tas. Memilih nama dari daftar kontak lalu menekan tombol ‘ok’, lalu diam menunggu.

Hati Anto menciut ketika merasakan smartphone miliknya mengeluarkan bunyi bip-bip disertai getaran. Wajahnya kebingungan sekaligus gelisah. Apa yang sebenarnya terjadi?

“Ayo, kenapa nggak diangkat telponnya?” tantang Wita. Tangannya memencet tombol ‘off’ lalu ‘redial’. Kembali suara bip-bip terdengar samar.

Anto merogoh kantong celananya. Tangannya gemetar ketika melihat nama penelepon yang muncul di layar. Kanya! Dengan nomor telepon milik Wita! Anto mengangkat wajah, menatap Wita yang tersenyum penuh kemenangan.

“Sudah kubuktikan. Sekarang kita putus!” Wita bangkit dari kursinya dengan santai. Membalikkan tubuhnya siap untuk meninggalkan meja. Baru selangkah berjalan, ia berhenti dan berbalik. Anto bangkit hendak mendekati Wita, berniat minta maaf. Ia menatap dengan pandangan memohon. Sebelum sempat ia mengeluarkan sepatah kata, tanpa peringatan apapun tangan Wita meraih gelas milkshake milik Anto dan mengguyurkannya ke kepala lelaki itu.

“Nah, sekarang baru sepadan.”

Wita tersenyum puas dan meninggalkan Anto yang basah kuyup.

Iklan

32 thoughts on “[Cerita Pendek] Kamu Tahu Kalau Aku Tahu Kamu Selingkuh Kan Sayang?

  1. Dizz berkata:

    Wah ini keren banget lhooo… Kebetulan waktu lagi di foodcourt, aku berkesempatan jadi saksi hidup kejadian yang persis kayak gini =)) (meski aku nggak tahu detilnya gimana, tapi dari kejauhan ngelihat cewek nyiram minuman ke cowok dan teriak-teriak kalau cowoknya selingkuh. Duh drama banget deh itu, tapi orang-orang malah tepuk tangan >.<

  2. chiemayindah berkata:

    Ya ampuuuun.. eman milkshakenya…. tapi untung vanilla bukan strawberry, kalau strawberry kasih ke aku aja #SalahFokus 😀

    eh tapi tukang selingkuh emang harus digituin! Rasaiin…

    • riga berkata:

      dia nggak punya nomor Kanya, cuma ngeganti nomor dia di hp si Anto dengan nama Kanya.. Jadi, pas dia sms si Anto, yang terlihat cuma nama. Kan si Anto ngeset hp-nya supaya cuma keliatan icon aja, tanpa nama apalagi nomor. Poinnya sih, nggak teliti. Kena batunya deh.. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s