[Flashfiction] Tertipu

tertipuLangit semakin gelap. Aku masih sabar menunggu. Antrean di depanku lumayan panjang sementara aku berdiri di barisan paling belakang. Dalam hati aku berdoa, semoga masih ada roti untukku.

Aku tak pernah menyangka hidup bisa berbalik 180 derajat seperti ini. Kekayaanku seolah lenyap tanpa bekas ketika resesi besar melanda negeri ini. Mendadak aku jatuh miskin.

Keasyikanku mengenang masa lalu terputus ketika kulihat seorang lelaki muda yang kaki kirinya buntung mendekatiku.

“Boleh aku duluan, Pak?” Matanya mengiba.

Aku mengangguk. Kasihan.

*******

Langkahku gontai. Saat tiba giliranku, petugas berkata pendek. “Sudah habis. Pemuda itu mendapat roti terakhir.”

Ketika duduk di taman kota kulihat lagi pemuda itu. Kali ini kaki kirinya sempurna. Darahku naik ke ubun-ubun.

Iklan

2 thoughts on “[Flashfiction] Tertipu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s