[Flashfiction] Tiket Menuju Surga

menuju surga

“Jadi nanti bisa masuk surga, Pak?” Lelaki berkopiah putih itu mengangguk. Senyumnya hangat mengembang.

“Terus, di surga nanti bisa ketemu orang-orang yang kita sayang?”

“Asalkan mereka ikut jalan yang sama dengan kita.” Kembali lelaki itu menepuk akrab bahuku.

“Kalau mereka nggak ikut, gimana Pak?”

“Yah, asalkan Bapak  mau menebus mereka, pasti dibolehkan kumpul sama-sama.”

Aku mengangguk seolah mengerti.

“Jadi, Bapak mau nyumbang berapa buat tiket menuju surga?” Lelaki itu tersenyum, mengeluarkan buku kuitansi.

“Anu…sebenarnya…” Aku merasa ragu.

“Bilang saja, Pak. Berapapun akan kita terima.”

“Saya nggak punya duit. Sebenarnya ini bukan rumah saya. Saya cuma tukang kebun di sini.”

Wajah itu mendadak cemberut. Tergesa ia bangkit dan keluar tanpa memberi salam.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s