[Flashfiction] Sejengkal. Sehasta. Sedepa. Selamanya.

sejengkal selamanya

Sejengkal

Tubuh kita merapat nyaris bersentuhan. Sejenak aku terbuai. Lalu kalimat itu meluncur dari bibirmu.

“Sebenarnya aku sudah menikah, Ally.” Aku terperangah.

“Kamu…kamu serius?”

Anggukanmu seolah menampar harga diriku.

Sehasta

“Tapi kami akan segera bercerai. Lalu aku akan menikahimu!” Dua tangan kokohmu memegang erat pundakku. Aku menggeleng kuat. Berusaha melepaskan diri.

“Aku tak sanggup, Mas. Maafkan aku.”

Sedepa

Kita saling memandang, dengan gejolak rasa yang tak menentu.

“Aku tak bisa menyakiti hati perempuan lain, Mas. Jika memang kalian ada masalah, selesaikanlah. Baru setelah itu kamu cari aku.”

Aku berjalan menjauh.

“Kalau kamu pergi, Ally, aku bersumpah tak akan mencarimu!” teriakmu putus asa.

Selamanya

Kau tak pernah datang lagi sejak saat itu.

Iklan

8 thoughts on “[Flashfiction] Sejengkal. Sehasta. Sedepa. Selamanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s