[Flashfiction] Sepi

pipis

Mataku memandang tak berkedip pada jam yang menempel di dinding ruangan rapat. Lengan-lengan jarum jam seolah enggan beranjak. Aku semakin gelisah. Di ujung meja, Pak Broto masih memuntahkan kemarahannya. Wajahnya memerah, napasnya memburu.

“Percuma kalian semua saya gaji besar kalau kinerjanya seperti ini! Target kita bulan ini dan bulan lalu tidak tercapai! Apa saja kerja kalian, hah?”

Kami semua terdiam. Tak ada yang berani bersuara. Aku kian gelisah. Mestinya rapat ini selesai pukul lima tadi. Tapi sudah lewat lima belas menit dan tak ada tanda-tanda Pak Broto akan menuntaskan marahnya.

“Sudah! Pulang semuanya! Besok kerja lebih keras!”

Aku menghela napas. Bergegas keluar dari ruangan rapat dan menuju toilet.

Currrrrrrr…….

“Aaaah, legaaaaaaa.”

*SePi = Sesak Pipis

Iklan

2 thoughts on “[Flashfiction] Sepi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s