[Flashfiction] Tak Gersang Lagi

jamur

Kuedarkan pandangan ke sekelilingku. Kosong. Tak ada tanaman putih itu lagi. Kesedihan menyelimuti hati.

“Kita harus terima kenyataan ini, Pani.”

“Iya, Pak Jamura.”

“Tempat kita ini sudah berbeda. Semakin hangat, sering tercium bau-bauan aneh yang menusuk.”

Lelaki itu menggeleng sedih. Sebutir air bening mengaliri pipinya. Ah, airmata juga menetes di pipiku.

*********

Hari ini kutemukan sesuatu. Tanaman putih! Meski masih berupa semaian, tapi hatiku sungguh senang.

“Kita tak perlu pindah,” kataku pada Bu Kada.

“Tentu. Tapi apa yang terjadi?”

Aku mengedik.

*******

“Nayaaaaaa, ayo mandi!”

“Aaah, males Ma.”

“Kamu putus cinta lagi ya?”

“Ih, Mama mau tahu aja!”

“Udah dua hari kamu nggak mandi. Badanmu bau! Tuh, udah mulai garuk-garuk.”

“Biarin.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s