[Flashfiction] Dua Percikan

listrik

Setelah lama berpikir Arini memutuskan menerima cinta Bayu.

“Bayu lelaki yang baik. Meski cuma tukang listrik, dia pekerja keras. Kau tak akan menyesal.”

Kalimat Ibu terngiang lagi. Arini mempercepat langkah menuju rumah kosong tempat Bayu bekerja memasang instalasi listrik.  Pasti dia akan sangat gembira.

“Bayu, aku mau jadi istrimu.”

Sambil tersipu malu Arini mengucapkan kalimat itu. Bayu terperangah.

“Benar, Rin? Nggak nyesal?”

Arini menggeleng tegas. Senyumnya mengembang melihat percikan kebahagiaan di mata Bayu.

Bayu seperti anak kecil mendapat hadiah kesukaan. Ia melompat kian ke mari.

“Bayu, hati-hati!” tegur seorang teman.

Terlambat.

Sepotong kabel telanjang tersentuh tangan Bayu. Tubuhnya menggelepar. Arini tercekat. Dia melihat ada dua percikan, dari mata dan tubuh Bayu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s