[Flashfiction] Sampah Serapah

Bungkus kosong keripik melayang melalui jendela mobil travel. Lalu selembar tisu yang telah dipakai mengelap mulut juga terbang begitu saja. Aku memperhatikan dengan gemas.

“Ma, jangan gitu dong. Kan bikin kotor jalan.”

“Dih, Papa. Cuma sampah segitu, nggak ngaruh deh.”

“Tapi, Ma…”

“Aaah, Papa cerewet banget! Udah kayak nenek-nenek di belakang Mama aja!”

Kulirik nenek bertubuh kurus itu. Tatapannya tajam memandangi istriku yang sedang mengunyah kacang lalu menatapku. Aku melengos.

**********

“Pa, Mama duluan ke kamar, ya.” Aku mengangguk.

Tiba-tiba istriku menjerit histeris.

“Papaaaaa…”

Aku menyerbu masuk. Kamar terlihat sangat kotor. Bungkus keripik, tisu bekas dan kulit kacang berserakan. Mendadak ingatanku melayang pada sosok nenek kurus di mobil travel. Aku bergidik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s