[Flashfiction] Aib

Udara terasa semakin menyesakkan dada. Aira mencoba bernapas lebih dalam. Ia terbatuk. Dari mulutnya keluar sebentuk rangkaian huruf.

“Sampah!”

Aira membuang kata itu dengan sedih. Ia menengadah. Udara sekitarnya penuh umpatan. Mengambang. Mengancam. Mereka merubunginya seolah sekumpulan lalat memangsa bangkai. Aira bergegas menjauh.

Di sebuah taman langkahnya terhenti. Apa itu? Aira menutupi matanya yang silau. Itu adalah pandangan sinis orang-orang! Kilatan mata mereka begitu memusuhi. Tak sebelah matapun yang menaruh kasihan pada Aira. Suara-suara mereka seperti lebah, menggumam menyakiti telinga.

“Anak ini dikutuk!”

“Usir dia!”

“Dia akan mengotori lingkungan kita!”

Aira berlari kencang sambil menangis. Tangannya mengusap kasar sekujur kulit. Mencoba meluruhkan virus jahat dalam tubuh. Virus HIV pembunuh kedua orangtuanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s