[Flashfiction] Kiamat Kedua

Langit masih gelap tersaput lapisan abu akibat jatuhnya meteor besar beberapa bulan lalu. Sejumlah kecil manusia yang berhasil selamat dari petaka kini berjuang keras untuk bertahan hidup. Banyak tanaman musnah dan sumber air mengering. Ketiadaan sinar matahari memperburuk keadaan. Tapi pagi ini tampaknya semua akan berubah.

“Lihat!”

Seorang tetua menuding langit. Serempak kepala kami tertuju pada arah yang ditunjukkan. Larik-larik cahaya kuning menerobos kegelapan. Sebagian kami melonjak gembira. Matahari akan bersinar lagi. Kegelapan akan sirna!

Tapi wajah tetua justru tidak gembira. Ia menggeleng masygul.

“Kumpulkan semua orang. Kita berdoa bersama.”

Terlambat! Lelarik cahaya itu semakin banyak, berganti warna merah membara.

“Pejamkan matamu, Nak.”

Aku berkeras membuka mata, menyongsong hadirnya kiamat kedua.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s