[Cerita Hati] Poda : Tentang Sebuah Lagu

poda

Sedikit ‘di luar kebiasaan’ saya, tulisan kali ini -sebagian berupa kutipan- adalah tentang sebuah lagu. Lagu berbahasa Batak ini berjudul Poda yang artinya Nasehat. Secara keseluruhan lirik lagu bercerita tentang harapan orang tua kepada anak laki-laki tertua mereka yang akan merantau. Petuah-petuah seorang ayah, agar anak harapan keluarga berhasil di perantauan. Ajaran untuk selalu rendah hati, senang menolong, memuliakan orang yang lebih tua, dll.

Kenapa saya ingin menuliskan ini? Pertama karena akhirnya saya mengetahui makna dari setiap kata dalam lirik lagu yang sejak beberapa tahun lalu sudah sering saya senandungkan. Lirik sederhana tapi bermakna dalam. Yang kedua karena aransemen lagu ini sendiri juga sangat indah. Sudah banyak penyanyi yang pernah menyanyikan lagu ini. Ada grup band Amigos, Bunthora, dkk, Tetty Manurung, dan beberapa nama lain.

Tapi versi yang paling saya suka adalah yang dinyanyikan oleh Edo Kondologit dengan aransemen penuh warna dari Viky Sianipar. Saya nggak mengerti nama instrumen musik apa saja yang dipakai untuk membuat lagu ini, yang pasti kesemuanya berpadu demikian harmonis membuai telinga. Jika dipadukan dengan pengertian pada lirik, saya yakin banyak mata yang akan berkaca. Di bawah ini saya kutipkan lirik lagu Poda yang saya ambil dari http://cheneloquacious.wordpress.com/2009/01/26/poda/. Buat yang penasaran dengan lagunya sendiri, bisa diunduh di tautan berikut http://www.4shared.com/get/fJPXDADt/Viky_S_ft_Tongam_-_Poda.html

PODA

Angur do goarmi anakkon hu,
–> Anakku, namamu begitu harum
Songon bunga bungai nahussusi,
–> seperti bunga bunga yg harum semerbak
Molo marparange na denggan doho,
–> Jika kamu berperilaku baik
Diluat nadao i,
–> diperantauan
Jala ikkon ingot doho,
–> dan kamu harus selalu mengingat
Tangiang mi do parhitean mi,
–> Doa mu lah jalan hidupmu
Dingolumi da tondikku,
–> dalam kehidupanmu oh nyawaku…

Unang sai mian jat ni rohai,
–> jangan lah engkau memelihara kejahatan
Dibagasan rohami,
–> di dalam hatimu
Ai ido mulani sikka mabarbar,
–> itulah awal dari malapetaka
Da hasian,
–> sayang ku
Ikkon benget do ho marroha,
–> kamu harus ‘pandai’ memelihara hatimu
Jala pattun maradophon natua tua,
–> dan selalu sopan terhadap orang tua
Ai ido arta na ummarga i…
–> itulah harta yang paling berharga
Dingolumi..
–> dalam hidupmu

Reff:
Ai damang do sijunjung baringin,
–> kamu lah anakku pembawa harapan
Di au amang mon…
–> bagiku Ayah mu ini
Jala ho do silehon dalan,
–> dan kamulah pemberi jalan
Dianggi ibotomi,
–> untuk adek2 mu
Ipe ingot maho amang,
–> Ingatlah selalu nak
Diakka podakki,
–> semua nasehat ini..
Asa taruli ho diluat sihadaoani,
–> agar kiranya kamu menjadi mulia diperantauan sana

Molo dung sahat ho tu tano parjalangan mi,
–> kalau kamu dah sampai di perantauanmu
Marbarita ho amang,
–> ingatlah memberi kabar
Asa tung pos rohani damang nang dainang mon,
–> agar kami (ayah ibumu ini) tenang
Ditano hatubuan mi,
–> ditanah kelahiranmu ini

Iklan

9 thoughts on “[Cerita Hati] Poda : Tentang Sebuah Lagu

  1. Siregar berkata:

    Saya penggemar musik dgn koleksi ratusan album. Tidak banyak diantaranya yg bisa membuat saya menangis terharu, lagu ini salah satunya. Begitu mengena, apalagi bagi mereka2 diperantauan. Suara ‘keayahan’ Edo Kondologit bisa menyampaikan lagu ini seakan2 beliau adalah sosok ayah yang memberi nasihat kepada anaknya. Semoga rekan-rekan diperantuan sukses semua.

  2. Titik Asa berkata:

    Luar biasa isi syair lagu ini Mas…
    Saya terharu membacanya. Jadi inget orang tua yang selalu menasehati kurang lebih seperti itu. Dan sekarang giliran saya menasehati anak saya yang beranjak dewasa…

    Salam,

  3. istiadzah berkata:

    Ngerasain bener, bukan cuma Batak aja, karena ortu aku Jawa dua2nya. Dulu waktu mau kuliah, aku sampe dianter Mama ke kampus. Dulu ortu tinggal di Berandan, Medan, sementara aku kuliah di Bandung. GImanalah perasaaan mereka waktu itu, aku anak pertama dari 5 bersaudara, mana perempuan pulak. Begitu aku udah dapet kost-an, Mama mau pulang nangis2. Akunya yang biasa2 aja. Aku bandel. Cuma hubungin mereka pas akhir bulan aja. Jarang2 sms, apalagi nelpon. >_< Karena nelpon itu ngabisin pulsa, sementara aku sama Papa beda operator waktu itu. Hih, anak macam apa aku ini. Kuliah belom selesai malah minta nikah! Ya Allah, semoga ortuku sekarang bisa sedikit bangga meski anaknya ini nggak pernah kerja kantoran, seperti ang mereka idam2kan waktu aku kuliah dulu. 😦

    Kok jadi sedih ya, bang? Manalah Lebaran ini aku nggak bisa pulang. Abang tanggung jawab udah bikin postingan macam begini. TT__TT

  4. Ping-balik: Poda | BEESARANGIKA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s