[Semacam Puisi] Berhenti Sedih, Kawan..

jangan menangis kawanBelum berlalu satu minggu sejak kutulis berita tentang bahagiamu

Masih hangat dan lekat dalam ingat tentang seri binar matamu, keyakinan yang membaja akan masa depan bahagia bersama dia

Ya, masih segar semuanya kuingat.

Lalu apa yang terjadi hari ini?

Kau kabarkan tentang air mata, yang menyerbu pipi setelah segalanya seolah sirna

Kekasih berbalik arah, tak lagi yakin tentang cinta kalian

Janji bertemu pun musnah di awang-awang, berganti sesak yang mengawang-awang di dada yang rawan

Lalu apa yang dia bilang?

Bahwa kau terlalu baik untuknya. Bahwa masih banyak orang lain yang sedia menawarkan cinta. Dan bahwa mungkin hanya dia manusia yang tega memberi tuba di hatimu yang penuh cinta

Itukah semua yang dia bilang?

Apa artinya? Semanis apapun kata-kata yang berhamburan dari bibirnya, duri juga yang sampai di hatimu

Sudah, sudahlah. Keringkan matamu kawan. Semua belum terlambat, belum terlalu rusak hatimu karena harap

Lebih baik begini, kurasa. Berakhir ketika belum terlalu banyak berkorban rasa

Dan entah mengapa, kudapati kata-kata dia ada benarnya juga

Bahwa banyak yang akan bersedia menghantar cinta

Kalimat terakhirmu telah mengisyaratkan, ada dia yang lain menunggu di seberang jalan

Berhenti sedih, Kawan…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s