[Semacam Puisi] Masih Ada Cinta

masih ada cinta

Cinta ternyata tak pernah kemana-mana.

Berdiam diam di rongga dada, sembunyi di sela terdalamnya.

Merasuki tiap sel, memaksa jantung kerap berdetak tanpa aku menyadarinya.

Meski telanjur kubangun dinding tinggi, untuk redam gejolak, tapi tetap saja…

Aku tak bisa.

Maka menghambat rambat getarannya adalah pilihan yang masih kupunya.

Cinta itu masih di sini, di dalam rongga dada.

Meski sesekali cuma kusentuh wajahnya, tapi entah mengapa ia tetap setia menyala.

Seperti sekam menyimpan bara, menanti sejumput angin datang membakarnya.

Meski telah lama kuabaikan ia, ia tak pernah melupa.

Sabar menantikan masa, untuk meluap, menerjang, menembus segala batas yang kucipta.

Cinta ini selalu bersiaga, seperti serdadu dari baja yang kokoh jumawa.

Kapan saja aku lengah, ia telah bersedia.

Entah dengan satu sapa, satu senyum, atau kerling manja.

Akan runtuh segala dinding yang lama kujaga, luntur topeng sandiwara.

Lalu tampak wajah asli yang tak henti mendamba.

Cinta ini masih ada, sekian lama tetap kupelihara.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s