[Cerita Hati] Pindah!

pindah

Jadi, perubahan itu akhirnya terjadi juga. Setelah nyaris empat tahun mendiami sebuah kota (sst, jangan protes. Gimanapun keadaan sebenarnya, ia tetaplah sebuah kota :p) dan bekerja di instansi pemerintah yang tugasnya mengamankan penerimaan negara, saatnya pindah datang juga. Senin, 28 Mei 2012 jelang maghrib, sebuah pesan singkat datang mengabarkan hal itu. Lalu ada beberapa pesan lagi hadir memberi tahu dan mengucapkan selamat. Alhamdulillah 🙂

Sebagai seorang pegawai negeri sipil, mutasi adalah sebuah hal yang pasti. Cepat atau lambat -tergantung koneksi juga sih- pasti pindah. Meski ada yang hanya pindah dalam satu kota, ada pula yang pindah dalam satu propinsi, bahkan beda pulau. Yang jelas pasti pindah. Yang kurasakan saat mendengar kabar mutasi itu? Selain rasa syukur rasanya tak ada lagi. Bersyukur atas apapun yang diberikan Allah. Tak ada euforia yang berlebih. Tak ada rasa seolah terbebas dari ‘jeratan pasir hisap’ yang mencengkeram selama nyaris 4 tahun. Tak ada.

Selama nyaris 4 tahun di kota itu, banyak hal yang menyenangkan-menyedihkan-menjengkelkan aku alami. Semua dinikmati saja. Pada tahun awal penempatan pun aku tak banyak merasakan jengkel atau sebal atas keadaan kota ini. Mungkin dikarenakan aku juga berasal dari kota kecil, tak terlampau ramai. Sehingga ketika ditempatkan di kota yang baru berdiri sejak 2007 (CMIIW) ini, rasanya yah 11-12 lah. 🙂

Lalu sekarang aku ditempatkan di sebuah kota yang  sedikit lebih besar dari kota tempatku tinggal dulu. Pindah sendirian. Lagi-lagi tak ada perasaan gamang atau takut. Sedikit gugup, barangkali. Itupun bukan karena kotanya sendiri, melainkan pada kantor baru. Setiap kantor pasti punya budaya kerja yang berbeda. Kebiasaan yang tak sama. Belum lagi orang-orang yang ada di dalamnya. Tapi syukurlah, banyak teman seangkatan yang sudah kukenal di sini. Mereka ringan hati membantu proses adaptasi di sini. Baru 3 hari memang, rasanya tak perlu mengharap hasil yang instan, bisa langsung membaur. Bertahap saja. Kenalan dengan semua orang sekaligus pun rasanya ‘percuma’, sebab bakalan lupa. Beda jika kenal sedikit-sedikit, biasanya lebih lengket di kepala. Kalau bagi pegawai lama sih rasanya tak ada masalah yah menghapal satu nama pegawai baru. Hehehee.

Pekerjaan di sini memang sedang banyak-banyaknya. Yah, banyak bertanya saja pada yang sudah lebih lama. Statusku memang ‘senior’ dalam artian lebih tua dari sebagian besar kawan dan lebih lama duduk di ‘posisi’ ini. Tapi tak berarti pengalamanku lebih banyak. Jadi yah, bersikap seperti belum tahu saja. Bertanya tentang ini itu. Mudah-mudahan mereka nggak merasa terganggu yah. Amiiin.

Satu lagi, setiap ditanya tentang betah atau tidak di sini, selalu aku jawab, insya allah. Dan jika ditanya gimana kalo dibandingkan dengan kantor lama, aku biasanya akan tertawa, dan ngeles; ga baik ah kalo banding-bandingin. Aku senang-senang saja dulu di sana, dan kuharap di sini juga akan begitu.

Okelah, saatnya kerja lagi. Salam. 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s