[Semacam Puisi] Aku Cinta Kamu, Tapi Kamu Tidak.

kau tidak cintaKau bilang, sehabis hujan akan muncul pelangi indah, kesukaanmu. Sebab itukah kau sering membuatku menangis? Adakah pelangi kau temui di mataku?

Dalam sepi yang hening, butiran doa kujalin sebagai tasbih. Setiap tiga doa, satu kubisikkan atas namamu. Agar kau cinta aku, meski kau tak mau.

Manusia, tempat lemah bersemayam. Dengan apa yang masih kupunya, kuupayakan segala cara agar kau cinta. Maukah kau mencoba hal yang sama?

Aku belum lagi lelah berusaha. Tiap melemah tenaga, kupecut semangat agar membara, menyadari bahwa cinta memang berat pengorbanannya.

Jika memang kau inginkan, aku akan berpura-pura tak kehilangan, agar kau tak perlu merasa bersalah karena telah pergi meninggalkan.

Setiap kali engkau pergi, pada ladang hati kusemai benih air mata. Sampai ketika kau tak kembali, duka kupetik dari tanah yang lara.

Sesekali, izinkanlah aku yang pergi. Aku hanya ingin tahu, mana yang lebih memberi perih di hati, meninggalkan atau ditinggalkan?

Entah apa yg membuatku masih bertahan menunggumu. Sejumput harapan ataukah keyakinan yang teramat dalam bahwa cinta bisa diperjuangkan?

Seseorang pernah bilang, akan tiba waktunya untuk kita belajar merelakan. Benarkah sudah datang saatnya aku merengkuh kenyataan?

Aku lelah. Kurasa sekarang saatnya belajar melupakan. Segala hal tentang kita. Cerita yang sebenarnya tak pernah ada.

Iklan

18 thoughts on “[Semacam Puisi] Aku Cinta Kamu, Tapi Kamu Tidak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s