[Semacam Puisi] Aku Sayang Bunda

Apa kabarmu hari ini, Bunda?

Bunda, aku tak punya hari khusus untuk bilang sayang padamu. Sebab sayangmu padaku juga tak kenal hari. Karena itu hari ini kubilang aku sayang padamu. Akan kuulangi sesering aku mampu.

Bunda, tubuh tuamu kini dihuni banyak kesakitan. Lemah tulangmu, gigitan denyutย  di tiap sendi. Belum lagi jantungmu yang kian lelah memompa darah. Bertahan lah, Bunda. Aku tahu dirimu mampu.

Bunda, sama seperti doamu pada Tuhan saat aku sakit dulu, kini aku yang memohon pada Tuhan, agar memindahkan separuh rasa sakitmu ke tubuhku. Aku tahu itu tak cukup menghilangkan perihnya, tapi setidaknya meringankan.

Bunda, maafkan aku yang tak bisa duduk di sampingmu. Tak bisa memijat kaki sakitmu, mendengar keluhanmu, atau sekedar menatap wajahmu kala rasa sakit sebentar menjauh memberimu waktu tertidur. Sebab jarak kita sungguh jauh. Namun yakinlah itu hanya jarak, yang diukur dengan kilometer atau sekian jam perjalanan, dan bukan oleh kedekatan.

Bunda, masih kudamba saat-saat serupa masa kecilku. Tidur di pangkumu, belai di rambutku, dan doamu di sekujur tubuhku. Kadang sebuah dongeng kau kisahkan, sembari nasehat bijak kau selipkan. Atau cerita masa kecil yang aku pun tak ingat lagi. Atau kisah bagaimana ayah dan dirimu dulu bertemu. Kisah yang membuatku tersenyum geli. Membayangkan suasana saat itu. Atau kisah kelahiran adik-adik. Atau apa saja aku tak peduli. Mendengarkanmu itu yang terpenting. Sungguh aku rindu. Entah berapa tahun lamanya kita tak pernah lagi begitu.

Bundaku, jangan teteskan lagi air mata. Meski dari jauh, meski tak bisa kulihat mereka mengalir, gemanya menitik di dada, memukul-mukul perasaanku. Senyumlah, meski tak mudah.

Bundaku, semangatku, belahan jiwaku. Sembuh dan tersenyumlah..

Iklan

12 thoughts on “[Semacam Puisi] Aku Sayang Bunda

  1. Titik Asa (@tiktwitt) berkata:

    Sangat menyentuh. Baca ini jadi inget Emak. Walau gak sampai bertahun-tahun gak ketemunya, tetap aja tulisan ini bikin sayah kangen Emak.
    Sudah beberapa minggu ini sayah gak pulang ke Sukabumi. Ya Emak, ya Abah, ya keluarga…semua saya kangenin membaca tulisan ini.
    Tetap menulis dan berkarya.
    Salam,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s